Home / Indotimnews / Selasa bakal unjuk rasa, Masyarakat Papua ancam boikot Pilkada serentak dan Pemilu 2019 jika Polri tak pulangkan gubernur mereka. Ini tuntutannya!

Selasa bakal unjuk rasa, Masyarakat Papua ancam boikot Pilkada serentak dan Pemilu 2019 jika Polri tak pulangkan gubernur mereka. Ini tuntutannya!

Indotimnews– Diprediksi ratusan hingga ribuan massa akan tumpah guna melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gunernur Papua dan Mapolda Papua, Selasa 19 September 2017.

Massa yang dikoordinir oleh Relawan Le for Papua yang diketuai oleh Albertho G Wanimbo dan Astri Gombo, akan meneriakkan kekecewaan mereka terhadap Bareskrim Nabes Polri yang dinilai mengkriminalisasi Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Dari pantauan reporter indotimnews.com, Sabtu (16/9/17), aat ini tengah beredar luas di masyarakat Papua tentang undangan terbuka maupun seruan aksi tersebut.

“Kriminalisasi Gebernur Papua terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri terkait hasil audit BPK terhadap APBD Papua TA. 2014-2017 yang membuat gubernur terperiksa di Mabes Polri, kami anggap hanya mengkriminalisasi,” jelas Albertho dalam selebaran rencana aksinya.

Dikatakan, semestinya hal itu jauh dilakukan sebelum dilakukan proses penyidikan. Dengan tegas dikatakan Mabes Polri harus membuktikan dulu kerugian negara tersebut.

“Hal inipun merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap pemimpin Papua saat ini san di masa datang. Kami sebagai masyarakat Papu bersikap hentikan kriminalisasi dan proses yang dituduhkan pada gubernur kami,” tegasnya.

Lanjut Koordinator Aksi Relawan Lukas Enembe For Papua ini kembali menegaskan, akan menduduki Kantor Gubernur Papua selama ia belum kembali ke tanah Papua.

“Jika Gubernur kami belum dikembalikan, akan melakukan aksi boikot terhadap Pilkada serentak, Pilcaleg dan Pemilihan Presiden 2019,” papar Albertho.

Karena itu, ia dan ribuan masyarakat Tanah Papua meminta tuntutan mereka segera disikapi pihak kepolisian.

Laporan: Own

loading...