Siapa otak dibalik hadirnya para DPRD Deiyai di PN Nabire?

oleh -159 views
Abeth Amoye You sedang mewawancarai ketua DPRD Deiyai didampingi anggotanya di PN Nabire

JAKARTA– Banyak kalangan menghebohkan kehadiran 20 anggota DPRD kabupaten Deiyai sejak 19 Februari 2020 hingga sidang putusan bagi sembilan pemuda Deiyai yang selanjutnya disebut sebagai massa aksi anti rasisme Deiyai yang ditangkap tanggal 28 Agustus 2019 lalu.

Bahkan di sosial media seperti facebook dan WhatsApp, para DPRD Deiyai sendiri toki dada bahwa hanya karena kehadiran mereka sehingga para terdakwa yang selanjutnya disebut sebagai terpidana diputuskan bebas dengan cara dikurangi masa tahanan.

Padahal ada orang yang paksa mereka hadir agar memberikan kesaksian pada sidang saksi meringankan yang digelar pada 20 Februari 2020. Siapakah dia?

Koordinator Litigasi Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Emanuel Gobay, mengungkapkan kehadiran para anggota DPRD atas desakan dari Abeth Amoye You, sang jurnalis Jubi. Alasan Abeth desak para wakil rakyat lantaran belakangan ini pihaknya terlalu berargumen berkaitan dengan penahanan terhadap sembilan pemuda itu.

“Selama ini kawan Abeth banyak tulis berita atas penangkapan mereka (sembilan orang), narasumbernya kebanyakan dia pakai ketua DPRD Deiyai, dengan dua anggotanya yaitu Ones Madai dan Naftali Magai. Makanya dia berpikir bahwa seharusnya mereka layak bersaksi di persidangan. Karena itu dia desak agar mereka turut terlibat,” jelas Emanuel Gobay saat berbincang dengan jurnalis.

Selain DPRD aktif, Gobay mengatakan, Abeth juga meminta kepada seorang mantan anggota DPRD Deiyai Alfret Pakage. Ia adalah saksi kunci saat kejadian di halaman kantor Bupati Deiyai.

“Saat kawan Abeth hubungi, saya bilang kalau mereka mau jadi saksi meringankan di Pengadilan berarti kordinasi dengan Pastor Santon Tekege karena dia anggota kami yang ada di wilayah di sana (Meepago). Setelah itu mereka lakukan pertemuan singkat di Waghete, ibukota kabupaten Deiyai,” ungkapnya.

Selanjutnya ketua DPRD Deiyai Petrus Badokapa memerintahkan kepada anggotanya agar turun ke Nabire untuk ikut persidangan.

“Kehadiran para anggota DPRD dan mantan anggota DPRD ini menjadi sejarah dan nilai positif di mata hukum. Apalagi ketua DPRD dan mantan anggota DPRD jadi saksi di persidangan,” katanya senyum. (Grace)