Sidrap darurat Flu Burung, Warga Makassar kurangi konsumsi unggas

oleh -195 views
Ilustrasi
Ilustrasi

Makassar– Pasca serangan flu burung yang membuat ribuan unggas mati secara tiba-tiba di Kabupaten Sidrap, membuat sejumlah daerah yang ada di Sulsel ini, sudah lakukan upaya antisipasi merebaknya wabah tersebut.

Dari pantauan indotimnews.com di sejumlah pasar yang menjajakan ayam potong dan bebek, sudah mulai berdampak ada penghasilan para pedagang.

Di Pasar Daya, Kecamatan Biringkanayya, sejumlah pedagangpun mengaku bahwa informasi flu burung yang merebak di Kabupaten Sidrap, sudah mempengaruhi omzet mereka.

“Setiap hari kami mampu menjual ayam potong hingga mencapai 130 potong. Karena informasi wabah tersebut beberapa hari terakhir jualan kami mengalami penurunan hingga 15 persen,” jelas Bahar, pedagang ayam potong di Pasar Daya lama, Sabtu (2/4).

Hal serupa juga dipaparkan Rahman, pedagang ayam potong dan bebek di Pasar Terong. Malah pedagang ini mengaku alami penurunan omzet hingga 20 persen.

“Sudah dua hari ni, pelanggang kami sudah berkurang yang datang berbelanja, khususnya para iu rumah tangga. Alasannya meeka takut dengan wabah flu burung,” papar Rahman.

Sejumlah ibu rumah tanggapun yang sempat diminta komentar mengaku, sudah mulai mengutangi konsumsi ayam dan bebeak dengan alasan takut flu burung.

ebab itu, warga Kota Makassar yang setiap harinya mengkonsumsi ayam dan bebek berharap pihak pemerintah secepatnya melakukan antisipasi terhadap flu burung yang setiap saat dapat mewaba hingga ke kota ini.

“Kami berharap Dinas terkait secepatnya mengambil langkah untuk mengantisipasi masuknya wabah flu burung yang saat ini sudah mewaba di Kabupaten Sidrap. Apalagi warga kota ini paling banyak mengkonsumsi ayam dan bebek,” harap Ibu Hijrah, warga Perumahan Bumi Permata Sudiang Raya, Kelurahan Biiringkanayya, Kecamatan Biringkanayya.

Laporan: Gifar

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.