Silaturrahim dan Amaliah Ramadhan 1441 H, AMSA FK-UMI Berlangsung Sukses

oleh -161 views

MAKASSAR– Silaturrahim dan Amaliah Ramadhan 1441 H yang dilaksanakan Asean Medical Student Association (AMSA) Fakultas Kedokteran UMI berlangsung sukses Kamis,(21/5).

Acara ini dengan beragam kegiatan, diantaranya pembagian sembako bagi panti asuhan, Taushiyah dengan tema “Ibadah di Tengah Pandemi Covid-19” oleh Dr.H.M.Ishaq Shamad, M.A


Kegiatan dilanjutkan Talk Show tentang Covid-19 dengan Narasumber dr.Muh. Ali Asdar, Sp.P dan dr.Achmad Harun Muchsin, Sp.N. Hadir pimpinan Fakultas Kedokteran UMI sekaligus Pembina AMSA Dr.dr. H. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG (K), MARS, para Wakil Dekan FK UMI, sejumlah dosen, pengurus AMSA, dan mahasiswa FK UMI.

Dr.M.Ishaq Shamad dalam taushiyahnya menjelaskan, hidup di tengah Global pandemi Covid-19, dan baru tahun ini, ummat Islam beribadah di bulan Ramadhan (tarawih, puasa, tadarrus) semua di rumah. Bahkan kuliah, dan silaturrahim hanya bisa dari rumah.

“Nah, apakah ini mengurangi nilai pahala ibadah, karena kita tidak tarawih di masjid, atau justru lebih berkualitas ibadahnya, karena bisa lebih khusyu beribadah tanpa gangguan dan dosa, karena pulang tarawih boncengan, colek sana-colek sini, dan seterusnya,” ucapnya.

Dikatakan, gambaran senyatanya tentang ibadah di tengah pandemi covid-19, bahwa ibadah, adalah suatu istilah yang mencakup semua yang Allah cintai dan Allah ridhai, baik ucapan atau perbuatan, yang lahir (tampak, bisa dilihat) maupun yang batin (tidak tampak, tidak bisa dilihat).

” Para ulama menjelaskan ibadah ada dua, yakni ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah, adalah amal dan ucapan yang merupakan jenis ibadah sejak asal penetapannya dari dalil syariat. Contoh sederhana ibadah mahdhah adalah shalat. Ibadah ghairu mahdhah dicirikan dengan ad-diin (urusan agama), sedangkan ibadah ghairu mahdhah disebut juga dengan ad-dunya (urusan duniawi), disebut juga dengan al-‘aadah (adat kebiasaan),” tambahnya.

Pahala yang didapat yaitu melaksanakan tarawih berjama’ah bersama keluarga, dan pahala mendahulukan kepentingan serta kemaslahatan umat dengan partisipasinya mencegah terjadinya penularan.

” Perlu disadari bahwa spirit Islam dalam memutus segala macam kerusakan sangat tinggi. Bahkan menjadi tujuan dari pada diturunkannya syari’at itu sendiri (maqasyid al-syari’ah). Dalam kaedah pengambilan hukum Islam, dan ini juga bisa diterapkan dalam mengambil keputusan untuk kemaslahatan bersama, dijelaskan bahwa dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, menolak kerusakan lebih diutamakan dari pada mengambil kemanfaatan. Oleh karenanya, Ramadan di tahun ini akan lebih bermakna dan lebih sempurna jika diiringi dengan semangat ‘jihad sosial’ yang kuat,” jelasnya.

Selanjutnya, talk show dengan menampilkan kedua narasumber talk show, dipandu dengan sangat menarik oleh Fuad Alamsyah, S.Ked. Kedua narasumber berbicara tentang sistem imun tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Salah satu ungkapan yang sangat menarik dari Narasumber bahwa pasien Covid-19 yang berpuasa memiliki imun tubuh yang lebih baik, dibanding dengan pasien Covid-19 yang tidak berpuasa.

“Bahkan puasa menjadikan imun tubuh lebih tinggi, dan ini sangat diperlukan dalam melawan Covid-19,” terang Dr.M.Ishaq Shamad.

Dr.dr.H. Nasruddin A.Mappaware, Sp. OG (K), MARS dalam sambutannya sangat mengapresiasi para narasumber, baik pak Ustaz Ishaq yang menjelaskan tentang ibadah di masa pandemi Covid-19, maupun narasumber yang menjelaskan Covid-19 dari sisi Imunologi dan Neurologi.

Kedua narasumber talk show tersebut, adalah alumni UMI dan alumni AMSA FK UMI.

“Ini sangat membanggakan dan menjadi spirit bagi adik-adik mahasiswa FK UMI untuk bisa juga berhasil ke depannya. Ditambahkan, disinilah pentingnya UMI sebagai Lembaga Pendidikan dan dakwah yang memberikan peluang kepada mahasiswanya untuk berilmu amaliah dan beramal ilmiah, serta berakhlaqul karimah,” tutupnya.(*)