Simpul Penolakan Kenaikan BBM Dipererat, Mahasiswa Tuding Aparat Bunuh Demokrasi

oleh -269 views

IMG_20141105_142908-1Makassar– Aksi penolakan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), terus disuarakan ribuan mahasiswa, khususnya di Kota Makassar. Bahkan simpul penolakan itu kian dipererat.

Bertepatan kedatangan Presiden, hampir semua kampus di wilayah ini melakukan aksi unjuk rasa penolakan ketatangan Jokowi dan penolakan kenaikan BBM.

Nah, ketika para aktivis mahasiswa yang hendak melakukan aksi unjuk rasa, telah dihadang bahkan dibubarkan paksa oleh aparat gabungan TNI Polri. Perlawanan mahasiswapun tak terelakkan. Seperti yang terjadi di depan Kampus Universetas Negeri Makassar (UNM).

Ansar Makkasau, aktivis Persatuan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Makassar, malah menuding pihak aparat melakukan pembunuhan demokrasi, yang melarang keras dilakukannya demonstrasi yang menyuarakan penolakan BBM.

“Inikan jelas melanggar UU No.9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum,” ucap Ansar, Rabu (5/11/2014).

Dikatakan mahasiswa hanya ingin menyampaikan apirasi bukan mencari sensasi. Karena itu aparat dianggap melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

“Kami sangat kecewa karena gerakan mahasiswa telah diintervensi. Di mana hati nurani tersebut yang akan membiarkan rakyat kian menderita akibat bakal naiknya BBM itu,” tambah Aktivis PPM.
(Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.