Home / Indotimnews / Sindikat Penipuan Kloning WhatsApp di Sulsel Dicokok Timsus Kodam XIV/Hasanuddin

Sindikat Penipuan Kloning WhatsApp di Sulsel Dicokok Timsus Kodam XIV/Hasanuddin

MAKASSAR – Tim Khusus Kodam XIV/ Hasanuddin, berhasil mengungkap sindikat penipuan kloning Whatsapp yang memanfaatkan foto Perwira Tinggi TNI, lalu mengelabui korbannya dengan cara meminta sejumlah uang atau pulsa via transfer.

Tak hanya di Sulawesi Selatan, korban dari aksi penipuan sindikat ini tersebar di beberapa kota di Indonesia. Mabes TNI AD, kemudian memberikan atensi terkait kasus Kloning Whatsapp ini, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pangdam XIV/Hasanuddin untuk mengejar pelaku penipuan ini. Oleh Asintel Kodam XIV Hasannuddin, kemudian membentuk Tim Khusus Intelijen, dalam mengungkap kasus ini.

” Tim Khusus yang dibentuk langsung bergerak dilapangan dan dipimpin langsung oleh Dandenintel Kodam XIV Hasanuddin, Letkol Kav Amran Wahid “, kata Kependam XIV/ Hasanuddin, Kolonel Inf Alamsyah beberapa waktu lalu.

Dandenintel Kodam XIV Hasanuddin, Letkol Kav Amran Wahid, yang memimpin langsung tim di lapangan kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap dua orang pelaku di Kota Palopo.

“Diawal penyelidikan mulai tanggal 1 sampai tanggal 5 Desember (2018), dua pelaku berhasil kita amankan di Kota Palopo, mereka adalah AL dan AS,” kata Letkol Kav Amran Wahid, Kamis (27/12/2018) malam.

Tak berhenti sampai disitu, dari hasil interogasi terhadap AL dan AS, olem Tim Khusus Kodam XIV Hasanuddin, jelas Amran, timnya kembali berhasil menangkap dua pelaku lainnya. Keduanya adalah mahasiswa berinisial EG dan AF yang ditangkap di Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara.

“Kita terus melakukan pengembangan. Mereka ini jaringan yang terorganisir,” jelas Letkol Kav Amran Wahid.

Hingga kini, Timsus Kodam XIV/Hasanuddin, masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku-pelaku penipuan kloning Whatsapp lainnya. Tim khusus Kodam ini mensinyalir ada kelompok besar lainnya yang masih berkeliaran.

“Saat ini, Timsus kembali berhasil mendeteksi yang disinyalir menjadi induk dari jaringan yang digunakan oleh para pelaku, tapi masih kita rahasiakan,” urai Amran Wahid.

Dari hasil pemeriksaan awal, ke empat pelaku diketahui sindikatnya menggunakan alat yang canggih, alat tersebut dibuat secara manual oleh tim IT sindikat tersebut. Omsetnya bahkan bisa sampai ratusan juta perbulan.

Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini menggunakan aplikasi khusus dari alat tersebut untuk mengkloning akun Whatsapp orang lain, yang dikendalikan oleh operator IT yang saat ini masih dalam pengejaran oleh Timsus Kodam XIV/ Hasanuddin.

“Diharapkan dalam waktu dekat ini dapat terungkap secara keseluruhan dari sindikat dan jaringan kelompok penipuan berbasis IT ini,” Harap Amran Wahid.

Hingga berita ini dirilis, keempat pelaku penipuan dengan modus kloning Whatsapp itu, kini telah diserahkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel untuk diproses lebih hukum lanjut. (Wis/Bur)

loading...