Siswa kreatif dan innovatif jadi tugas guru di Toraja

oleh -172 views

IMG_20150519_021805Indotimnews.com– Salah satu hal yang membuat pendidikan tidak berkembang kualitasnya, adalah guru kurang memiliki ide-ide pembelajaran.
“Karena guru masih terus mengacu buku paket, mereka sering tidak memiliki ide sendiri bagaimana membuat siswa betul-betul belajar.

Belajar mandiri memanfaatkan proses nalarnya sendiri, belajar untuk menghubungkan teks dengan konteksnya dirinya dan lingkungannya dan belajar berproses sendiri menemukan sesuatu!” kata Jamaruddin ketika menutup pelatihan Praktik yang Baik Pembelajaran di Gedung Muhammadiyah Tana Toraja (15/5/2015).

Di hadapan 80 peserta yang hadir, dia menegaskan bahwa belajar bukanlah sekedar mempelajari buku, belajar adalah bagaimana siswa dengan sadar menggunakan nalarnya berpikir dalam proses mengetahui dan mencerap sesuatu. Siswa tidak hanya menerima pengetahuan begitu saja lewat ceramah, tapi aktif menggunakan proses nalarnya sendiri.

“Seperti anak kecil belajar jalan, begitu pula siswa belajar menggunakan nalar, ia akan jatuh bangun, kadang salah nalar berpikir, tapi begitulah proses. Disitulah peran guru untuk memfasilitasi,” ujarnya.

Menanggapi guru yang masih mengajarkan rumus-rumus untuk dihapal, Jamaruddin menanggapi bahwa, siswa seharusnya diarahkan pada suatu kegiatan yang bisa menemukan sendiri rumus, berdasarkan nalarnya sendiri atau kalau hal terebut dirasa terlalu sulit, bisa diarahkan untuk mengetes kebenaran rumus. Namun agar siswa bisa tergiring menemukan sendiri suatu rumus, guru harus pintar dan memiliki ide-ide pembelajaran yang baik.

“Untuk itu guru juga harus banyak membaca buku-buku tentang metodologi pembelajaran yang mengaktifkan siswa,” ujarnya. (din)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.