Siswa MTS ciptakan pembersih lantai sebagai solisi pencemaran limbah rumahtangga

oleh -171 views

Dua-siswa-620x330Indotoimnews.com– Bahan-bahan pembersih lantai selama ini yang dibuat oleh pabrik mengandung bahan kimia, yang menjadi limbah berbahaya. Kandungan kimianya telah menurunkan kualitas air, meresap dan mencemari sumur sumur di sekitar sungai, sehingga airnya tak layak untuk diminum. Bahkan deterjen tersebut membunuh organisme air dan bahkan manusia yang mengkonsumsi ikan dari sungai tersebut, karena airnya telah mengandung senyawa-senyawa yang bisa menyebabkan kanker.

Senyawa-senyawa dari zat kimia pembersih lantai yang melaju ke sungai-sungai juga sangat susah diurai dan bertahan lama. Berkaca dari pengamatan tersebut, maka siswa-siswi MTsN Model Makassar yang telah belajar dibawah bimbingan guru yang mengenal metode kontekstual, yaitu pembelajaran berbasis pemecahan masalah lingkungan sekitar, berusaha ikut memecahkan masalah tersebut dengan membuat deterjen pembersih lantai yang ramah lingkungan. Mereka menciptakannya dari bahan-bahannya berasal dari alam. “Dijamin daya membersihkannya tak kalah dengan deterjen sintesis berbahan kimia,” kata Alif Farhan, salah satu siswa kelas 8 MTs Model yang menemukan bahan tersebut.

Untuk membuat bahan tersebut, alat yang mereka sediakan adalah botol bekas, ember, dan pengaduk (sendok). Sedangkan bahannya terdiri dari setengah galon air panas atau sekitar 9,5 liter, garam 125 mg, cuka 70 mili, setengah kilo jeruk nipis, 40 Ml botol kecil soda kue, dan pewarna makanan secukupnya.
Cara membuatnya juga sangat mudah. Pertama, air panas dimasukkan ke dalam ember. Kedua, masukkan soda kue dan cuka ke dalamnya dan diaduk sampai rata. Disusul dengan memasukkan garam adan air jeruk. Setelah itu, campuran didinginkan dan berikan secukupnya pewarna makanan ke dalam pembersih yang dingin tersebut. “Reaksi percampuran garam dan jeruk nipis memiliki tingkat efektifitas membersihkan bahan-bahan lantai dengan baik, “ ujar Tharisya Amiharna, siswa satunya lagi yang ikut menemukan bahan ini.

“Kami juga menggunakan soda kue, karena soda kue ini ternyata memiliki PH 8, yang bisa membunuh bakteri yang hanya bisa hidup pada kondisi PH7 ke bawah,” ujarnya lagi.

Sedangkan pewarna makanan hijau berguna untuk membuat pembersih lantai persis warnanya dengan pembersih lantai yang lain. “Warna hijau pembersih ini berasal dari pewarna makanan yang bahan dasarnya adalah daun pandan,” ujarnya lagi.

Mereka bahkan menunjukkan hasilnya dengan langsung membersihkan ubin dan membandingkan dengan pembersih sintetis lain berbahan kimia di hadapan ratusan pengunjung yang memadati pameran pendidikan USAID PRIORITAS di gedung phinisi UNiversitas Negeri Makassar (12 Mei 2015). Hasilnya ternyata sama.

Demonstrasi siswa ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Imam Syafei Kasubag Ketenagaan Kemenag RI. Di hadapan peserta dia berharap, sekolah-sekolah ke depan bisa lebih jauh lagi mengembangkan karakter inovatif.

Pameran USAID PRIORITAS digelar di UNM ini dipenuhi oleh 25 stand dari SD/MI dan SMP/MTs dan Universitas Mitra USAID PRIORITAS dan konsorsianya, diantaranya UNM, UIN Alauddin, Universitas Cokroaminoto Palopo, dan lain-lain.(din)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.