Home / Indotimnews / Soal kabar hoax pencetakan KTP elektronik, ini kata Dirjen Dukcapil!

Soal kabar hoax pencetakan KTP elektronik, ini kata Dirjen Dukcapil!

Indotimnews– Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, mengaku dongkol dengan munculnya informasi tentang pencetakan KTP elektronik.

Informasi pencetakan KTP el, sekarang beredar di media sosial, bahkan di sebarkan melalui pesan berantai menyesatkan. Tentu, pihaknya yang dirugikan oleh berita tak benar tersebut.

” Pemberitahuan kepada seluruh rekan, sahabat dan kolega yang dimana e-KTPnya belum jadi akan di buka pelayanan untuk umum di Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, persyaratan yang dibawa hanya kartu keluarga (KK) dan 1 fotocopy untuk arsip Kementerian. Bagi yang belum rekam pun bisa dilakukan disana sekaligus jadi e-KTP. sumber_bagian_pengadaan. Tulisan diatas adalah hoax. Belum saya share pengumuman sudah muncul hoax. Di dukcapil tak ada bagian pengadaan,” tutur Zudan di Jakarta, Minggu (25/11).

Menurut Zudan, informasi itu hoax. Di direktorat kependudukan yang dipimpinnya tidak ada bagian pengadaan. Selain itu juga informasi itu menyesatkan, sebab pihaknya tidak pernah akan mengadakan layanan bagi warga yang belum merekam dan langsung cetak KTP. Pihaknya memang benar, di acara Korpri Expo 2017 yang akan digelar pada 26-29 November 2017, akan membuka stand layanan khusus. Tapi, layanan yang disediakan hanya melayani pencetakan, bukan sekaligus perekaman. Itu pun pemohon harus sudah memenuhi syarat yang ditentukan.

“Syarat yang harus dibawa pemohon yang ingin mencetak KTP el, adalah foto copy Kartu Keluarga, serta Surat Keterangan telah merekam (Suket) yang tiap lembarnya itu ditulis nomor handphone pemohon. Dan, pencetakan hanya dilakukan terhadap data pemohon yang telah siap cetak atau PRR,” kata Zudan.

Dan, lanjut Zudan, layanan khusus di Korpri Expo, hanya melayani pencetakan. Tidak melayani perekaman apalagi bisa langsung cetak, seperti informasi hoax yang tersebar sekarang ini. Ia minta, masyarakat tidak termakan informasi menyesatkan tersebut.

(Humas/OTK)

loading...