Home / Featured / Soal kepsek cabuli pelajar SD, Walikota Makassar berang dan perintahkan pemecatan

Soal kepsek cabuli pelajar SD, Walikota Makassar berang dan perintahkan pemecatan

Indotimnews– Dunia pendidikan kota Makassar kembali tercoreng akibat oknum bejat yang seharusnya mendidik dan menjaga anak didiknya bukan berbuat Asusila yang dapat merenggut masa depan anak siswanya.

Seperti yang dilakukan kepala SDI di Makassar Inisial ( SS) yang diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap dua orang siswanya berinisial IL (9) dan SD (10) yang saat ini telah diterima polres pelabuhan Makassar pada Sabtu 3 Desember 2017.

Mendapat informasi asusilanya dilingkup pendidikan. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto Langsung Geram dan memerintahkan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar untuj memecat oknum Inisial (SS) dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

Dani, tidak mentolerir terhadap tindakan asusila dan tersebut harus mendapatkan sanksi pemberhentian tidak hormat dari jabatannya baik sebagai kepala sekolah maupun sebagai ASN, pada Selasa malam 5 Desember

Dilansir dari media Link sulsel menjelaskan. Perintah pemecatan itu langsung direspon oleh Kepala Dinas Pendidikan Makassar Ismunandar yang segera melayangkan surat permohonan pemberhentian tidak hormat dari jabatan kepala sekolah bagi Oknum inisial (SS)

“Besok kita akan masukkan suratnya ke BKPSDM untuk diproses setelah mendapatkan disposisi dari bapak wali kota Makassar,” sebut Kadis Ismunandar.

Selain sanksi pemecatan dari jabatan kepala sekolah (SS )juga terancam diberhentikan secara tidak hormat dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jika nantinya dalam proses peradilan dia terbukti bersalah.

“Jika terbukti bersalah dan vonis pengadilan di atas dua tahun, yang bersangkutan bisa dipecat dari ASN,” kata Sekertaris BKPSDM Basri Rakhman.

Saat ini, (SS) diamankan di Polres Pelabuhan Makassar atas laporan dari dua keluarga korban. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar akan melakukan pendampingan bagi kedua korban.

“Pendampingan psikologis sangat dibutuhkan oleh kedua anak kita agar mereka bisa melewati trauma pasca kejadian tersebut,” ujar Kepala DP3A Tenri A Palallo.

Kadis Pendidikan Ismunandar juga akan segera berkordinasi dengan DP3A untuk secepatnya dapat merecovery kondisi psikis kedua korban yang terbilang masih di bawah umur.

Laporan: Shanty

loading...