Home / Indotimnews / Soal Pesangon 19 Karyawan Dipecat, FSPBI dan KSN Berunjuk Rasa di SPBU Rapoocini

Soal Pesangon 19 Karyawan Dipecat, FSPBI dan KSN Berunjuk Rasa di SPBU Rapoocini

MAKASSAR– Sekitar 30 orang dari Koordinator wilayah federasi serikat perjuangan buruh indonesia FSPBI dan Konfederasi serikat nusantara KSN menggelar aksi unjuk rasa di SPBU Rapoocini, di pertigaan Jalan Rappocini-Jalan AP. Pettarani, Rabu (5/12).

Aksi tersebut dipimpin Riswanda (Korlap) menyikapi pembayaran pesangon pekerja PT. GASINA yang di PHK sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung ( MA )

Pengunjuk rasa menggekar orasi secara bergantian dengan menggunakan soundsystem dan menggunakan panggung orasi mobil.

Mereka juga membawa bendera aliansi, membagikan selebaran membentangkan spanduk yang bertuliskan : PT. GASINA segera bayarkan peangon kami sesuai putusan mahkamah agung republik indonesia nomor : 734 K / pdt. Sus – Phi / 2016 dan nomot : 768 k / pdt. Sus – PHI / 2016. ( tulisan : putih hitam, kain : merah, 1×6 M ).

Adapun isi tuntutan pengunjuk rasa
1. PT. GASINA sesuai dengan putusan mahkamah agung republik indonesia harus membayar pesangon kepada 19 orang karyawan yang telah di PHK.

2. Pembayaran pesangon dilakukan paling lambat satu minggu.

3. Jika tidak dilaksanakan maka kami akan melakukan upaya hukum mengajukan gugatan pailit pada pengadilan niaga makassar.

6 orang perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh manager HRD PT. Gasina Suhardi dengan tanggapan bahwa pihak HRD sudah menyampaikan perihal putusan pengadilan namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pimpinan perusahaan.

“Kami tidak bisa mengambil keputusan karena kami juga disini sebagai pekerja namun segala aspirasi pengunjuk rasa kami akan sampaikan kepada pimpinan perusahaan,” ucap Suhardi.

Perwakilan pengunjuk rasa yang diterima memberikan ultimatum untuk disampaikan kepada pimpinan perusahan bahwa apabila dalam waktu 1 X 24 Jam pihak perusahaan tidak ada keputusan untuk membayarkan pesangon 19 ( sembilan belas ) orang pekerja maka kami akan mengambil alih manajemen SPBU Rappocini sampai ada pembayaran dari perusahaan. (*)

loading...