Solidaritas Mahasiswa Makassar: Bebaskan 12 Rekan Kami, Kapoldapun Harus Mundur

oleh -141 views

IMG_20150317_095254Indotimnews.com– Puluhan mahasiswa makassar yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa makassar kembali melakukan aksi unjukrasa didepan Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (17/3/2015).

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang berasal beberapa elemen kampus ( UNM, UIT, UMI, UNISMUH,Stikes Nani dan UIN alauddin), mendesak agar 12 rekan mereka dibebaskan karena hanya tahanan politik dan korban kriminalisasi aparat hukum.

Aksi yang dipimpin Muh.Ramli, jendral lapangan, menyampaikan aspirasi sebelum masuk keruangan sidang untuk mengahidiri beberapa rekanya yang duduk di kursi peradilan.

Menurutnya, Pelaku pelanggaran HAM pasca kenaikan harga BBM 4 bulan lalu yang mengakibatkan gejolak massa di beberapa titik di Makassar.

“Kami menolak pura-pura lupa tindakan represif oknum kepolisian yang telah melanggar HAM, 12 rekan kami yang disangka melakukan kriminal, tidak memiliki kejelasan dan diproses secara hukum layaknya sebuah teroris,” ucap Ramli dalam orasinya.

Sedangkan pelaku, kata jenderal aksi ini, yang melakukan pengrusakan kampus dan kendaraan mahasiswa, pemukulan, pengeroyokan dan penganiayaan terhadap mahasiswa dan wartawan oleh aparat terkesan dilupakan dan tidak memiliki kejelasan dalam proses penangananya.

Sementara Muhammad Adit, Mahasiswa UNM dalam orasinya, meminta agar kepalan PN beserta hakim agar tetap profesional dalam penangan kasus dalam bentuk apapun.

“Kami harap kepala PN Makassar dan seluruh hakim sebagai penegak supremasi hukum yang telah disumpah atas nama undang-undang agar tetap memengang teguh amanah, jangan pernah ada penundaan persidangan yang terkesan sengaja memperlambat proses hukum yang sementara berlansung,” teriak Adit.

Ia juga mengingatkan, agar PN tidak bermain-main dengan proses hukum dan harus tetap profesional.

Hal serupa di jelaskan Muhammad Fardhy, Mahasiswa UIT, akan melaporkan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum kepolisian di Komnas HAM.

Alasannya, Kapolda Sulselbar tidak mampu mengusut tuntas perlakukan anggotanya.

“Kami sangat tidak terima dengan kriminalisasi hukum terhadap rekan saya, dibalik penetapan tersangka 12 mahasiswa terkesan mematikan aturan proses hukum pelaku pelanggaran HAM oknum kepolisian,” papar Fardhy.

Mahasiswa UIT ini mengultimatum kepada Kapolda sulselbar untuk mengusut perlakuan anggotanya.

“Ketika hal ini tidak diindahkan dan tidak sanggup diproses secara hukum maka saya akan laporkan ke komnas HAM dan silahkan kapolda SulSelBar untuk mundur dari jabatanya,” pinta Fardhy.

Dalam waktu dekat ini para demonstran akan buat delegasi untuk berangkat ke komnas HAM di jakarta untuk melaporkan perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Elemen mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa makassar juga menuntut dan menyatakan sikap ;

1) bebaskan 12 mahasiswa tahan politik dan stop kriminalisasi hukum

2) meminta Kepala PN Makassar dan seluruh hakim untuk profesional dalam menanggapi kasus.

3) usut tuntas kasus pelanggaran HAM pasca kenaikan harga BBM 4 bulan lalu.

4) Copot kapolda yang dianggap tidak memberikan sangsi tegas kepada pelaku pelanggaran HAM. (*)

Editor: Zulkifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.