Sosialisasi Pajak Daerah UPT Samsat Makassar Wilayah I, Wagub Sulsel: Inovasi Pelayanan Tingkatkan Kepatuhan wajib pajak

oleh -433 views

Indotimnews– Pihak Kantor Samsat Wilayah I Makassar Selatan, menggelar kegiatan sosialisasi pajak yang dihadiri Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulsel, perwakilan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, DPRD Sulsel Komisi C dan Ditlantas Polda Sulsel, Senin (22/11/17), di Hotel Sahid Makassar.

Kegiatan ini dibukan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang.

Agus Arifin Nu’mang menjelaskan, sosialisasi pajak ini bertujuan untuk penyamaan presepsi atas pemberlakuan aturan perundang-undangan dan Perda dengan harapan terjadinya peningkatan kesadaran wajib pajak dalam menyelesaikan kewajibannnya.

“Kita berharap dengan sosialisasi ini, kedepan keasadaran dan kepatuhan wajib pajak semakin membaik dalam menjalankan kewajiban bayar pajak kendaraan bermotor (ranmor), dan bertindak profesional serta akuntabel sesuai dengan tuntutan masyarakat dalam membangun , ” terang Wagub Sulsel.

Ia menjelaskan, APBD perubahan pada Tahun Anggaran 2017 telah ditetapkan Rp. 9,2 Triliun dan PAD ditetapkan Rp. 3,7 Miliar serta pajak daerah Rp. 3,3 Triliun .

“Tentunya hal tersebut sulit tercapai tampa partisipasi masyarakat, termasuk pajak ranmor, ” tegas Agus.

Seiring dengan perkembangan Tehnologi Informasi (TI) saat ini Wagub Sulsel, tuntutan pelayanan pembayaran pajak ranmor semakin aman, lancar dan efisien , juga tidak terelakkan dengan berbagai inovasi pelayanan yang digalakkan dalam peningkatan pendapatan daerah.

Sementara Kepala Bappeda Sulsel , DRS. H. Tautoto T. R, MSi dalam penyampaiannya menjelaskan, bahwa inovasi yang dilakukan , khususnya Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Samsat Makassar Wilayah I Selatan merupakan bentuk pelayanan maksimal yang mempermudah pelayanan pajak ranmor.

“Penerapan pelayanan sangatlah mendukung pelayanan dan mempermudah wajib pajak dalam menyelesaikan kewajiban pajak, seperti Samsat Keliling (Samkel), Gerai Samsat, Samsat Care dan e-Samsat, ” papar Tautoto.

Demikian halnya dengan pemateri dari Ditlantas Polda Sulsel yang diwakili oleh Kasi STNK Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Abdul Rahim, SE, MH.

Saat menjawab pertanyaan salah satu peserta dalam sosialisasi ini, terkait penegakan aturan tilang bagi pemilik ranmor yang tak bayar pajak, Kasi STNK menjelaskan, bahwa pihak kepolisian melakukan tilang bila dalam STNK tidak di registrasi tiap tahunnya.

“Setiap tahunkan STNK harus diregistrasi dengan stempel samsat. Artinya, saat pemilik ranmor setelah melaksanakan kewajiban bayar pajak, selanjutnya harus diregistrasi oleh pihak petugas kepolisian yang ada di Samsat. Jika tak teregistrasi , itukan melanggar aturan dan harus proses sesuai dengan ketetapan yang ada, ” terang Kasi STNK Ditlantas Polda Sulsel.

Editor: Zoel

loading...
loading...