Sulbar Fokus Tingkatkan Mutu dan Produksi Sapi

oleh -201 views

images(231)-1Mamuju– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat semakin fokus untuk meningkatkan mutu dan produksi ternak sapi dalam upaya mendukung pemenuhan pasokan serta mewujudkan swasembada daging di daerah itu.

“Program pengembangan ternak di Sulbar selama ini bukan tanpa hasil. Hal itu terlihat dengan hasil produksi daging di wilayah hasil pemekaran provinsi Sulawesi Selatan ini mengalami peningkatan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulbar, Ir.H.Muhammad Abduh di Mamuju, Minggu.

Ia mengatakan, selama ini peternak sapi pada umumnya masih menerapkan pola pengembangan dengan cara tradisional sehingga pemerintah fokus memberikan sentuhan agar pola konvensional itu ditinggalkan atau dialihkan dengan metode berbeda, termasuk melalui perkawinan silang dengan menggunakan bibit unggul.

Dengan cara itu kata dia, tingkat produksi dan mutu ternak di Sulbar telah mengalami banyak perubahan dibandingkan di tahun sebelumnya.

“Selama ini kebanyakan peternak masih menerapkan pola tradisional. Persoalan yang terjadi di tingkat petani tersebut, kami jadikan peluang untuk melakukan perbaikan untuk mendukung peningkatan produksi dan mutu ternak sapi,” katanya.

Jika pemerintah membiarkan produktivitas ternak sapi potong maupun sapi perah turun, maka implikasinya akan berdampak buruk terhadap ketersediaan daging di daerah ini.

“Kita tidak ingin daerah ini hanya ketergantungan pasokan daging dari luar provinsi. Makanya, kami selaku yang menjalankan amanah itu harus melakukan langkah-langkah antisipasi agar daerah ini tetap mendapat pasokan daging yang memadai,” tutur Abduh.

Abduh yang memulai karir birokrasi dari level terbawah ini ternyata cukup lihai dan kaya pengalaman untuk menghindari ketergantungan pasokan daging dari luar daerah.

Ia berpendapat, jika produksi dan mutu tidak tertangani sementara terjadi penambahan penduduk, maka daerah ini akan mengalami ketergantungan pasokan daging.

“Saat ini jumlah penduduk di Sulbar telah berkisar 1,7 juta jiwa atau mengalami penambahan penduduk rata-rata 1,5 persen per tahun. Bukan hanya itu, daya beli masyarakat Sulbar juga semakin tinggi seiring dengan membaiknya ekonomi masyarakat. Dengan kondisi begitu maka permintaan akan daging juga akan mengalami peningkatan,” ujarnya lagi.

(AntaraSulsel)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.