Sultan Tidore Angkat Bicara Soal Wacana Pencalonan Gubernur Malut

oleh -307 views

Indotimnews– Terkait dengan wacana yang berkembang dikalangan masyarakat soal pencalonan Gubernur propinsi Maluku Utara pada tahun 2018 mendatang ditanggapi secara santai oleh sultan Tidore H. Husain Syah.

Kepada Indotimnews.com ia mengaku bahwa untuk saat ini dirinya belum menyimpan niat bahkan belum ada rencana apapun terkait dengan pencalonan gubernur.

“Kalau untuk pencalonan Gubernur, sampai detik ini belum terpetik di hati saya selanjutnya kita serahkan kepada kehendak allah, olehnya itu kepada siapa saja yang sudah terpetik hatinya untuk mencalonkan diri maka kita harus memberikan apresiasi kepada mereka, mudah-mudahan mereka punya niat yang baik untuk membanngun Maluku Utara yang bukan hanya sekedar mencari kekuasan kemudian gagah-gahan dengan kekuasan melainkan harus dipandang dalam perspektif ibadah,” ucapnya.

“Sebab jika kita menjalankan sebuah amanah dengan niat beribadah maka sudah tentu kita akan melakukan yang terbaik. Sebab ibadah itu tidak ada yang tidak baik karena ibadah itu bersentuhan langsung dengan tuhan”. Jelasnya saat ditemui di pelabuhan trikora Goto usai pelaksanaan Upacara Dharma Samudera,” lanjut Sultan Tidore.

Disisi lain ketika ditanyakan terkait dengan pandangan sultan akan janji politik yang kerap meresahkan masyarakat beserta persoalan korupsi yang sulit diberantas, Sultan mengaku berharap untuk calon kepemimpinan akan datang dapat menjadikan janji politik sebagai renungan, sebab dalam konteks beragama apapun agamanya bahwa janji itu adalah hutang, dan semua hutang harus ditunaikan dan harus dibayar.

“Kalau dalam konteks islam jika hutang itu belum di lunasi maka Allah tidak akan menerima Ruh kita ketika kita kembali kepadanya, sehingga ruh kita itu masih tergantung diantara langit dan bumi. Olehnya itu kepada calon pemimpin agar bisa dapat merenungkan ini kembali sehingga tidak mudah mengumbar janji,” ujarnya.

Sementara masalah hukum terkait dengan korupsi, kata sultan sesungguhnya bukanlah persoalan yang sulit jika kita tidak melakukan korupsi. “soal korupsi itu kalau tidak mau ada korupsi maka kita jangan korupsi jadi memimpinlah dengan cara yang sederhana itu lebih baik”. Tambahnya.

Laporan : Ute

loading...
loading...