Tahun 2017, Pemkot Tikep Naikan Insentif Imam, Sara Dan Pendeta

oleh -487 views

Indotimnews– Meskipun di tahun 2017 Pemerintah Kota Tidore kepulauan mengalami menurunan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai senilai Rp. 69 Milyar.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan Komitmen Walikota dan Wakil Walikota Kota Tidore Kepulauan terkait peningkatan kesejahteraan bagi para Imam, sara, pendeta dan Pelayaan jemaat di Kota Tidore kepulauan, Bahkan untuk pembiayaan dipastikan naik pada tahu 2017.

Menurut Sahnawi Ahmad, S.IP Kepala bagian Bina kesra sekretariat Pemerintah Daerah Kota Tikep Kepada Indotimnes.com mengatakan, bahwa saat ini untuk pembayaran dana insentif, pihaknya hanya melakukan pembayaran terhadap imam, sara Pendeta dan Pelayan jamaat yang berada di tingkat kelurahan.

Sementara bagi yang berada di desa itu sudah menjadi kewenangan Pemerintah Desa setempat yang dialokasikan melalui dana desa yang juga bersumber dari APBD.

“Untuk pembayaarannya Kami hanya menangani bagi imam sara, pendeta dan pelayan jamaat di tingkat kelurahan, sementara yang berada di desa itu sudah dikembalikan ke desa masing-masing. Jadi di tahun 2016 ini pembiayaan insentif bagi imam dan pendeta itu senilai Rp. 150 ribu perbulan, sementara di tahun 2017 naik menjadi Rp. 200 Ribu perbulan. Sedangkan untuk Sara dan Pelayan Jamaat dari Rp. 125 ribu menjadi Rp. 175 ribu,” ungkapnya saat ditemui pada Senin, (5/12) kemarin di ruang kerjanya.

Sementara terkait dengan metode pembayaran dana insentif tersebut, kata wanita yang baru saja menjabat sebagai kepala bagian bina Kesra itu, meskipun walikota dan wakil walikota berkeinginan untuk dilakukan pembayaran satu bulan sekali, namun setelah pihaknya melakukan pertemuan bersama dengan para Imam, Sara Pendeta dan Pelayan Jamaat hasil pertemuan tersebut para Imam, Sara, Pendeta dan pelayaan jamaat lebih berkeinginan untuk dilakukan pembayarannya per triwulan atau tiga bulan sekali.

“Kalau pak wali sama pak wakil berkeinginan untuk dibayar perbulan, tetapi setelah kami melakukan rapat dan pembahasan bersama dengan mereka (Para Imam, Sara, Pendeta dan Pelayan Jemaat) itu mereka maunya tiga bulan sekali,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa di tahun 2017 pemerintah daerah kota tikep telah mengalokasikan dana insentif senilai Rp. 2.430.900.000, yang diprioritaskan bagi imam, sara, pendeta dan pelayan jamaat yang berada di tingkat kelurahan, sementara untuk Imam, Sara, Pendeta dan Pelayan Jemaat yang berada di tingkat Desa dialokasikan senilai Rp. 1.833.900.000 dengan jumlah secara keseluruhan sebanyak 1.129 yang terdiri dari Imam dan pendeta sebanyak 200 orang, serta Sara dan pelayan jemaat sebanyak 929. Orang.

Laporan : Ute

loading...
loading...