Home / DAERAH / Tak adanya LPJ Karang Taruna Kabupaten Bantaeng Priode 2011-2019 Jadi Sorotan

Tak adanya LPJ Karang Taruna Kabupaten Bantaeng Priode 2011-2019 Jadi Sorotan

BANtAENG– Dalam pelaksanaan temu karya karang taruna tahun 2019 yang sempat di skorsing sekitar 6 jam di Gedung Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Kamis 28 Februari 2019 yang lalu, mendapat sorotan masyarakat.

Tidak adanya pembacaan laporan pertanggung jawaban (LPJ) selama periode kepengurusan kurang lebih 8 tahun Sejak tahun 2011 sampai 2019 di bawah kepemimpinan H. Asri Sahrun yang juga menjabat sebagai kepala BKD Bantaeng.

Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin yang di hadiri oleh seluruh pengurus karang taruna tingkat kecamatan dan desa se-kabupaten Bantaeng yang akhirnya Ahmad yani menang secara aklamasi.

Salah satu pemuda dari desa Ulugalung yakni Yudha jaya mengatakan bahwa Seharusnya LPJ Keuangan periode tahun 2011 sampai 2019 di bawah kepemimpinan H. Asri sahrun sebagai ketua karang taruna Kabupaten Bantaeng itu tetap ada dan di bacakan untuk di ketahui secara terbuka oleh peserta temu karya mengingat ini masalah penggunaan anggaran yang sumbernya dari pemerintah daerah (Pemda) Bantaeng dan tentunya bukan anggaran yang sedikit.

“Anggaran tersebut mencantol di bidang Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga, Kelembagaan Masyarakat dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial di Dinas sosial (Dinsos) kabupaten bantaeng , Bukan menghilangkan LPJ dalam agenda sidang komisi yang sebelumnya sudah ada dalam manual,” jelas Yudha, dalam rilisnya yang diterima media ini, Selasa (5/3).

Ketua Karang Taruna Desa Uluhalung Ahmad irzan ikut bicara mengatakan, bahwa Karang taruna adalah organisasi besar yang berskala Nasional tapi faktanya di Bantaeng tidak tertib administrasi.

“Masa organisasi sekelas karang taruna kalah tertib dari organisasi kecil misalnya organisasi kemahasiswaan yang lebih tertib administrasi,” ucap Irzan.

Hal senada juga di sampaikan oleh abdul talib selaku pengurus Karang Taruna kecamatan Eremerasa, Tidak hadirnya pucuk pimpinan Yakni H. Asri sahrun sebagai ketua karang taruna Bantaeng juga di anggap tidak peduli terhadap organisasi karena menurutnya selama kurang lebih 8 tahun mengurusi karang taruna, apa dia kerja Kami menduga (Indikasi) ada Anggaran cair tapi tidak ada kegiatan karang taruna di tingkat kabupaten.

“Hasil temu karya karang taruna Kaboaten Bantaeng 2019 kami anggap Inkonstitusional (Tidak sah) secara organisasi karena menghilangkan salah satu agenda terpenting dalam temu karya karang taruna yaitu pembacaan laporan pertanggung jawaban (LPJ),” tutup Talib. (Rls)

loading...