Tak Layak Tawaran Australia Untuk Hukuman Mati di Indonesia

oleh -137 views

images(1)Indotimnews.com– Menteri Luar Negeri Retno Priansari Marsudi mengaku masih terus menjalin komunikasi diplomatik dengan pihak Australia. Retno berharap pemerintah Australia memahami apa yang berkali-kali pihak Indonesia sampaikan untuk tetap melakukan eksekusi hukuman mati warganya yang terlibat Kasus narkoba.

“Komunikasi diplomatik sejauh ini terus kita lakukan dengan pihak Australia. Sebagai pemerintah, kita seharusnya paham bagaimana kita men-treat pembicaraan, men-treat komunikasi tersebut,” ujar Retno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/3).

Retno mengatakan komunikasi terakhir melalui telepon dengan pihak Australia tanggal 3 Maret lalu. Retno pun menegaskan kembali pemerintah Indonesia tetap akan menjalankan eksekusi hukuman mati itu.

“Secara substansi, isi pembicaraan baik melalui telepon pada tanggal 3 Maret maupun melalui surat semuanya sudah sangat jelas saya sampaikan posisi Indonesia dan posisi tersebut sampai saat ini tidak berubah. Jadi saya kira, saya sudah menyampaikan pesan yang sangat jelas, sejelas-jelasnya, mengenai posisi kita. Jadi saya kira itu yang ingin saya sampaikan terkait dengan isi pembicaraan baik per telepon maupun per surat dengan kolega saya Menteri Luar Negeri (Australia) Julie Bishop,” ujarnya.

Apa isi penawaran Australia dalam telepon itu, Menlu Retno tidak jelaskan. Namun Retno bertanya balik apakah penawaran dari negeri Kanguru itu layak untuk di Indonesia.

“Sekarang pertanyaan saya balik, apakah tawaran tersebut layak disampaikan kepada kita? karena kita sudan sampaikan, hormati kedaulatan hukum kita. jadi, the position of the government of Indonesia remains,” tegasnya.

(Merdeka.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.