Target 50 Besar SINTA, UMI Lakukan Ini

oleh -73 views

 MAKASSAR– Universitas Muslim Indonesia (UMI) tetap produktif di situasi apapun, salah satunya di tengah gempuran Coronavirus Disease (Covid-19). Produktivitas untuk tetap menjalankann riset akademik terus dilakukan oleh dosen perguruan tinggi swasta terbaik berakreditasi ‘A’ pertama di luar Pulau jawa ini.

Ini terkonfirmasi dari capaian terbaru dalam perangkingan Science and Technology Research Indeks (SINTA) per-Rabu (3/5/2020) lalu. Waktu itu, UMI berada di rangking 68, dari 100 besar kampus teratas.

Meski sudah berada di capaian yang cukup baik, UMI enggan memilih puas. Penelitian demi penelitian yang berkualitas justru makin digenjot oleh Internal kampus UMI. Bahkan, mereka menargetkan akan masuk ke 50 besar dalam waktu dekat.

Kepala LP2S UMI Prof Dr H Syahnur Said MSi mengungkapkan, untuk bisa mencapai target itu, kualitas penelitian dari para dosen harus ditingkatkan.

Tercatat, disebutkan Prof Syahnur, ada 3 hal penting yang membuat posisi karya-karya dosen UMI menempati ranking yang semakin baik. Ke tiganya itu adalah dosen terverikasi di pangkalan Dikti, melakukan update karya ilmiah di website SINTA, dan ke tiga adalah karya ilmiah yang harus terlapor di sitasi.

“Kalau tiga hal ini bisa kita lakukan, insyallah kedepan rengking kita tidak menutup kemungkinan berada pada 50 besar. Rangking dari SINTA UMI ini dari tahun ke tahun semakin baik. Apalagi dosen-dosen kita, saya kira produktivitas cukup tinggi, riset-risetnya juga bagus,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini ruang kerjannya,Jumat (5/6/2020).

“Dan kita di lembaga penelitian sudah mewajibkan setiap penelitian harus menghasilkan minimal artikel ilmiah. Kalau semua itu sudah bersinergi Insya Allah rangking SINTA ini akan semakin baik ke depan,” sambung Prof Syahnur.

Jika ke tiga hal dilakukan dengan baik dan terus dievaluasi, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini memastikan angka 50 besar rangking SINTA akan bisa dicapai, bahkan lebih dari itu.

“ Kami juga mengidentifikasi tema-tema atau rencana penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Dari situ kami bisa mengevaluasi bahwa ini memang sudah pantas, ini belum, itu yang kami lakukan selama ini. Makanya saya katakan kualitas presentasi dari sistem daring justru lebih baik. Para peneliti katakan bahwa selama beliau di UMI inilah presentasi yang paling berkualitas menurut dia,” papar Prof Syahnur

Peningkatan capaian di ranking SINTA ini, kata Prof Syahnur, dapat menjadi pendorong juga potensi meningkatnya akreditasi institusi maupun akreditasi program studi.