Terkait Dugaan korupsi Bantuan Bibit Bawang di Bima, ini paparan aktivis Gempar

oleh -450 views

indotimnews– Setelah berselancar di media sosial utk mencari beberapa referensi nan narasumber yg paham terkait dugaan penyelewengan bantuan bibit bawang di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Dg. Ical aktivis Gempar menganggap,  perlu diketahui secara seksama dan mengkaji lebih jauh dari awal

Kepada indotimnews.com, Selasa (12/12) iapun mengajak pada publik untuk menyimak uraian kasus ini secara Bersama :

1. Tahun 2015 untuk dana TP Kl 18 Milyar yang resmi di ambil oleh 4 penangkar, lalu tahun 2016 melonjak menjadi 20 penangkar

Untuk diketahui bahwa penentuan penangkar tsb dilakukan oleh Dirjen Holtikultura Cq. BPSB dan TPH (Balai pengawasan, sertifikasi benih tanaman pangan dan holtikultura) Prov. NTB.

2. Nama Pemenang PT. LESINDO BERSINAR
Alamat Jl. Kayu Putih IV C-6 Rt.003/06 Kel. Pulo Gadung, Kec. Pulo Gadung, Jakarta Timur – Jakarta Timur (Kota) – DKI Jakarta
NPWP 03.215.718.2-003.000

Untuk diketahui, sekitar 14 item dokumen PT Lesindo Bersinar dianggap bermasalah. Karena dinilai tidak lolos spesifikasi teknis izin merk. Seperti, spesifikasi teknis izin merk itu diterbitkan Kementerian Pertanian dengan masa berlaku 5 tahun.

Sementara, PT Lesindo mengajukan izin sesuai berita acara hasil pelelangan Nomor 29.14/12/PL-ULP/VI/2016 sudah kedaluwarsa.

Dua item pekerjaan dalam paket tersebut adalah untuk pengadaan pupuk. PT Lesindo mengajukan pupuk TOPSIL B Super dengan nomor pendaftaran P 1323/DEPTAN-PPI/IX/2010 jenis pupuk mikro majemuk bentuk padat atau tepung. Nama pemegang pendaftaran PT Dyriz Indonesia. Masa berlaku izin diberikan selama lima tahun dan dapat diperpanjang.

Kedua, Vigro Super, nomor pendaftaran L 1302/DEPTAN-PPI/VIII/2010 jenis pupuk mikro majemuk bentuk cair. Masa berlaku juga lima tahun. Dokumen sudah jelas dianggap tidak memenuhi syarat.

PT. LESINDO BERSINAR merupakan salah satu bentuk kegiatan yang di larang oleh UU No. 5 tahun 1999, tentang transpirasi uang kompensasi yang efektif dan terbuka.Hal itu pun telah digariskan dalam pasal 22 UU no. 5 tahun 1999 yaitu proses lelang antara panitia tender dengan pemenang tender.

3. Adanya kong kalikong pemenang Tender PT.Lesindo Bersinar dengan PT.Qualita Prima yang membagi menjadi dua pemenangn tender yg tidak dapat dibenarkan secara prosedur

4.Pendistribusian Bibit bawang yang tidak sesuai spek, sebagai mana mestinya yaitu super philip. Terkait ini kuat dugaan dgn bukti yg ada bhw sebagian besarnya bukanlah bibit sbgmn dimaksud tp bawang sayur alias bawang konsumsi yg diberi label super philip.

Nah….dari beberapa item yang disebutkan di atas, bisa di ketahui bahwa sejak awal sudah ada memang itikat tidak baik yg dilakukan oleh kelompok untuk menggelapkan anggaran tsb

Mohon jikalau ada referensi lain tolong di share, sebagai bahan kajian adek” mahasiawa di makassar.

loading...
loading...