Terkait Geng Motor, GAM Minta Copot Kapolrestabes, Evaluasi Kapolda SulselBar

oleh -181 views

IMG_20150221_143617Indotimnews.com– mengayomi, Melindungi Dan Memberi Rasa Aman ditunjukan kepada Seluruh rakyat Indonesia merupakan hakekat hadirnya Kepolisian di Republik ini.

Hal tersebut disampaikan Aktivis Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), pãda relesnya Yang diterimah indotimnews.com, Sabtu (21/2/2015).

Pernyataan  dibuat melihat hal Kondisi kian tak amanannya Kota Makassar Dari Gangguan geng motor Yang setiap Saat dapat menelan Korban jiwa. Apalagi, Hendriyanto Jufri, Aktivis GAM Menjadi Korban kekerasan dan perampokan geng bermotor di Depan Taman Makam Pahlawan Panaikang, Kecamatan Panakukang, Jumat dini Hari, (20/2/2015).

“Dengab realita Saat hakekat Aman Dan tentram di Kota Daeng , Rasanya tidaklah demikian. Bahkan terkesan sebagai pajangan belaka Yang Tak Mampu dijalankan Kepolisian,” ucap Hendrianto.

Bagaimana tidak, kata Aktivis GAM selama 2015, ada 13 kasus kriminal perampasan, penodongan, perampokan, penyerangan, terjadi di Makassar, termasuk kejadian Yang dialaminya Beserta rekannya.

“Yang terbaru Adalah Kasus penodongan Yang Kami Alami menggunakan Senjata Tajam (Badik). Bahkan Pelaku Berhasil membawa 2 Unit telfon Genggam Dan Uang tunia Rp2,2 juta. Mereka mengancam Kami sengan badik,” ucapnya.

Parahnya Lagi kata Hendrianto, karna Hampir Semua Kejadian Yang ada Belum Mampu diungkap maupun dituntaskan pihak Polrestabes Makassar Dan jajarannya.

Lalu Bagaimana dengan kasus sebelumTahun 2015, seperti Kasus Pelecehan seksual, Kasus Peluru nyasar Dan Geng Motor apakah Sudah terselesaikan?

“Tragisnya, hampir tiap Kejadian Baik sebelum maupun Sesudah kejadian tak ada satupun aparat Kepolisian Yang berada disekitaran TKP. INI Semakin menguatkan Indikasi ketidak becusan Serta tidak adanya Langkah maupun Upaya Pencegahan Yang serius Dari pihak Kepolisian,” lanjutnya.

Aktivis GAM juga mempertanyakan bagaimana dengan kasus penembakan dan penganiayaan yang mengakibatkan cacat Fisik Terhadap sejumlah mahasiswa, Wartawan Dan Pelajar SMA di akhir Tahun 2014 Kemarin.

“Apakah Sudah terungkap siapa Pelaku dan siapa Yang bertanggung jawab Terhadap Korban? Sangat miris jika pelaku sejumlah Pelaku tindakan kriminal Diatas rata-rata seumuran Pelajar SMP / SMA Dan Hanya bersenjatakan badik atau busur Sampai Saat ini tak mampu ditangkap pelakunya, siapa dalangnya Dan motifnya apa? “ketus Hendrianto.

Teroris yang bersenjata canggih kata Aktivis GAM, nampu ditangkap dan mahasiswa yang tdak terlibat demo ikut ditangkap Dan dituduh sebagai dalang Serta Pemasok Senjata Peserta aksi unjukrasa.

“Bagaimana Fungsi melindungi Dan Memberi rasa aman iti. Masihkah Hukum dijadikan panglima di negara tercinta ini dan Masih adakah Institusi yang mampu menegakkan hukum setegak-tegaknya Tanpa pandang bulu ?,” tanya Hendrianto Kecewa.

Olehnya itu “Gerakan Aktivis Mahasiswa menyampaikan beberapa Tuntutan:

1. Mendesak Mabes Polri Dan Polda Sulselbar turun menangani sejumlah Kasus tersebut Diatas, karena kami menganggap pihak Polrestabes tidak mampu menyelesaikannya.
2. Kami mendesak pihak Mabes Polri segera mencopot Kapolrestabes dan mengevaluasi costs kos terbenam Polda Sulselbar, karena Kami menganggap tidak mampu menciptakan rasa aman di tanah Sulsel terkhususnya di kota Daeng.

Aktivis GAM pun memberi ultimatum, jika pihak Polda Sulselbar Dan Polrestabes Makassar Tak Mampu menuntaskan sejumlah Kasus tersebut paling lambat 5 hari kedepan, Maka akan mengajak Seluruh elemen mahasiswa masyarakat Dan untuk melakukan demonstrasi besar- besaran. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.