Terkait kenaikan iuran BPJS, Aktivis GAM Meradang

oleh -187 views

_20160312_230542Makassar– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan mulai menaikkan iuran pesertanya. Kenaikan iuran ini akan berlaku mulai 1 April 2016. Hal tersebut  didasari Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan ini baru saja dikeluarkan, Kamis, 10 Maret 2016.

Hal inipun membuat sejumlah elemen di negeri ini bersuara menolak kenaikan tersebut. persoalannya, bagi masyarakat pengguna JPS yang berpenghasilan lebih dan cukup, dianggap kenaikan iuran tersebut tak ngaruh. namun bagi warga yang berpenghasilan pas-pasan atau gaji kecil, akan merasakan beban terhadap kenaikan iuran tersebut.

Sebab itu, aktivis Gerakan Aktivis Makasasar (GAM) meradang dan menyatakan menolak peraturan ayang dianggap tak pro rakyat kecil.

“Program pemerintah yang di kemas menjadi bentuk penindasan,rakyat bagai sapi perah. Dan ini akan menjadi bukti pemerintah hanya bisa membebani rakyatnya dan terkesan tak mampu lagi membiayai rakyatnya, menarik iuran baik melalui BPJS,” ucap Emen Lahuda, aktivis GAM, Sabtu (12/3).

Dengan terbitnya Peraturan Presiden RI No.19 tahun 2016 maka besaran iuran peserta Mandiri BPJS Kesehatan mengalami kenaikan sbb :
– Klas I semula Rp.59.500,- menjadi Rp.80.000,-per kepala
– Klas II semula Rp.42.500,-
Menjadi Rp.51.000,-per kepala
– Klas III semula Rp.25.500,-
Menjadi Rp.30.000,-per kepala, termasuk Jamkesda dari Rp 19.225 menjadi Rp 23.000
Kenaikan iuran tersebut berlaku mulai 1 April 2016.

Aktivis GAM ini menambahkan, pengelolaan dana BPJS itu lebih mementingkan kepentingan asing dripada kepentingan rakyat indonesia. Alasannya, banyak pasien pengguna BPJS  ditolak pihak rumah sakit.

 

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.