Terkait Tender Proyek di Dispora Sinjai: Panitia Mengaku Siap Dipidanakan

oleh -326 views

images(29)-1-1Sinjai– Terkait masalah ancaman rekanan yang akan mempidanakan Panitia Kelompok Kerja (Pokja) perihal digugurkannya mereka dalam proses verifikasi tender. Ditanggapi dingin oleh Ketua Panitia Tender Arifuddin.

Ketua Panitia Tender, Arifuddin yang juga sebagai Kepala Bagian Pembangunan Setdakab Sinjai ketika dikonfirmasi mengaku tidak keberatan jika akan dilaporkan ke penegak hukum. “Silahkan jika mereka mau melaporkan saya, karena saya merasa sudah berdasar pada aturan.” Ucapnya, Jumat (26/9/2014).

Menurut Ketua Panitia Tender, Arifuddin yang juga sebagai Kepala Bagian Pembangunan Setdakab Sinjai menjelaskan bahwa proses tender yang telah dilakukan sudah sesuai dengan Peraturan LKPP NO 14 Tahun 2012 yang menerangkan petunjuk teknis Perpres No 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah atas perubahan perpres No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Proses verifikasi yang kami lakukan sudah sesuai dengan aturan. Ada 4 tahap kelengkapan yang harus dipenuhi dalam proses verifikasi diantaranya administrasi, teknis, harga dan kualifikasi. Sedangkan mereka hanya memenuhi penawaran harga terendah. Tapi mereka tidak sadar belum memenuhi kelengkapan administrasi,” terangnya.

Lanjut Arifuddin menjelaskan jika dirinya meloloskan mereka, maka itu melanggar aturan.”Karena salah satu poin Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) bersifat rahasia sampai dengan pengumuman pemenang. Di sisi lain ini kan masih tahap verifikasi belum ada pemenang.” Ujarnya

Sementara Pimpro Dinas Pendidikan DAK Kabupaten Sinjai, Imran yang dimintai keterangannya terkait adanya koneksi dalam memenangkan perusahaan tertentu lepas tanggung jawab dan mengaku tidak mengetahui caruk marut mengenai proses tender tersebut.”Itu bukan rana saya dinda dan itu rana pihak Panitia.” Ungkapnya

Diketahui tahun ini melalui sejumlah program pembangunan dan pengadaan alat praga yang diposkan dalam anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) perubahan 2014 pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang di permasalahkan oleh sejumlah perusahaan diantaranya pengadaan IPA senilai 700 juta rupiah,serta matematika SMP senilai 214 juta, Pengadaan Olahraga SMP 221 juta.

Para perusahaan yang gugur diantaranya CV Bintang Komputama, CV Citra Karisma, CV Bintang Muda Pratama, CV Raihan Putra, CV Surya Balangnipa, CV Hasta Karya. (Eghy)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.