Terkuak dugaan penyelewengan dana komite sekolah di SMAN 9 Makassar, kepsek pelakunya?

oleh -547 views

imagesIndotimnews.com– Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Makassar Drs. Syafruddin M.M.Pd diduga melakukan tindak pidana korupsi dana komite sekolah senilai Rp 366,991,00 (Tiga ratus enam puluh enam juta sembilan ratus sembilan puluh satu ripuah kolaborasi dengan ketua Komite SMAN 9 Prof Dr. H.M Amin Rasyid, MA.

Dugaan tersebut terungkap setelah adanya laporan data kongkrit tentang hasil pemeriksaan anggarang dan keuangan komite SMA Negeri 9 periode 2012-2013 senilai ratusan juta yang diduga diselewengkan.

Pembentukan komite baru tanpa serta tidak mempertanggung jawabkan anggaran komite lama melalui rapat pertanggung jawaban, menjadi titik acuan terjadinya penyelewengan anggaran komite ratusan juta rupiah.

Berdasarkan anggarang rumah tangga komite SMAN 9 Makassar Bab IV pasal 12 ayat 1 dan 2, pengurus harian komite sekolah mengadakan pemeriksaan atas pelaksanaan anggarang dan keuangan mengenai pendapatan dan belanja oleh pihak sekolah untuk disampaikan dalam rapat anggota paripurna setiap akhir tahun.

Dalam hasil pemeriksaan anggarang posisi keuangan sebesar Rp 366.991.307 dengan rincian sisa dana partisipasi siswa Rp. 151,728,376. Di Bank Sulsel Rp 148. 907.000, diberangkas Rp 2.821.376. Sementara dana tunggakan sebesar Rp. 251.262.931 di Bank Bukopin Rp 198.621.931 dan di berangkas Rp 16.650.000. Adapun perhitungan keuangan komite lainnya terangkum dalam pendapatan dan belanja mencukupi anggaran total secara keseluruhan.

Kekeliruan dalam penyelewengan anggarang senilai RP 366.991,307 dengan rincian tersebut tidak dilaporkan dalam laporan pertanggung jawaban akhir tahun saat kepala sekolah dan ketua komite sepakata akan membentuk komite baru pada Februari 2015 dimana akhir kepengurusan komite lama berakhir tahun 2014 Juni.

Anehnya, ketua terpilih komite baru masih ditempati oleh ketua komite lama Amin Rasyid. sementara kepengurusan lama tergantikan dengan pengurus baru. Hal itupun dinilai merupakan politisasi kepala sekolah untuk menutupi penyelewengan anggaran komite.

Tidak hanya itu, pihak sekolah secara sepihak melaksanakan rapat anggota dan pembentukan pengurus baru komite periode 2015-2018 dan hanya mengundang tiga orang pengurus lama yakni Ketua Komite, Sekertaris dan bendahara.

Kepala Sekolah SMAN 9 Makassar, Drs Syafruddin M.M. Pd megakui memang kepengurusan komite lama tidak maksimal karena tidak dibagikan laporan pertanggung jawaban kepada orang tua siswa sebelum berakhir kepengurusan Komite periode 2012/2014 pada bulan Juni 2014.

“Kepala Sekolah akan menagih janji Bendahara untuk membagikan secara tertulis kepada orang tua siswa kelas IX dan XII LPJ tersebut,” ucapnya.

Namun anehnya laporan pertanggung jawaban di depan orang tua siswa baru diadakan pada tanggal 19 Februari 2015 setelah demisioner perwali terbit Nomor 54 tahun 2014 pada tanggal 15 Desember tentang Sumbangan Sukarela Pendidikan Berkualitas (SSPB). Padahal sebelumnya tidak ada Perwali tentang pembentukan Komite lama dan tidak ada laporan pertanggung jawaban saat akan membentuk Komite baru. Sehingga timbul pertanyaan besar dana komite senilai tiga ratus enam puluh juta rupiah lebih dikemanakan.

“Demisioner Perwali terbit barulah diadakan rapat pertanggung jawaban di depan orang tua siswa dihadiri ketua, sekertaris dan bendahara komite serta kepala sekolah dan dirangkaikan pembentukan pula pengurus baru 2014/2016,” tutur Safruddin.

Syafruddin mengatakan, kaitannya Perwali terhadap kepengurusan komite 2014 tentang SSPB sebagai pengawas dan Iuran ditiadakan serta tidak menentukan batas maksimal dan minimal SSPB. “Dalam hal sumbangan ditegaskan tidak terkait boleh tidaknya siswa ikut proses belajar mengajar ataupun evaluasi siswa,” lanjut dia.

Namun kembali muncul pertanyaan dalam pembentukan komite baru kaitannya dengan dana komite lama senilai 366 juta lebih tersebut. Komite baru dibentuk dan ada perwali mengatur SSPB sementara tidak ada Perwali pada saat pembentukan komite lama. Ironisnya, Pembentukan komite baru hanya dihadiri tiga pengurus lama yakni sekertaris, ketua komite dan bendahara.

Ketua Komite Sekolah SMAN 9 Makassar, Prof. Dr H.M Amin Rasyid, MA melalui Bendahara I mengatakan, telah ada laporan pertanggung jawaban setelah keluar perwali sesuai periode. Sementara alasan ditundanya rapat pertanggung jawaban karena kepsek menunggu peraturan perwali.

Sementara tidak adanya perwali di kepengurusan komite lama kata dia karena hal itu kebijakan kepala sekolah yang tidak dapat diganggu dalam rangka laporan pertanggung jawaban komite lama yang sekaligu akan dibentuk pengurus baru pada saat yang sama. Sehingga perwali dijadikan landasan.

“Dana komite itu digunakan untuk sekolah karena dana keunagan itu ada di keuangan kepala sekolah, semua keuangan di pegan oleh bendahara yang lansung berhubungan kepala sekolah. Untuk periode satu tahun yang selama saya terima 2013-2014 itu ditangani bendahara yang terkait lansung oleh kepsek,” tutur dia.

Kepala Sekolah SMAN 9 Makassar, Syafruddin kembali mengatakan, memang terlambat dilakukan Laporan Pertanggung Jawaban karna menunggu perwali baru.

Sementara dana komite lama kata digunakan sesuai dengan mekanisme yang ada, ” memang sekolah yang gunakan dananya, namun kalo dana yang besar yang harus digunakan kalo tidak ada persetujuan komite termasuk guru-guru yang tergabung dalam komite. Kalo dana itu intinya sudah digunakan dan itulah yang dilaporkan oleh komite sesuai dengan bukti kwitansi yang kami belanjakan mulai dari tahun ajaran 2013 – 2014 . Dan tidak mungkin kita bentuk komite baru sebelum Lpj,” ujar Syafruddin.

(Boer)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.