Home / Indotimnews / Tidak Ditemui PLT Gubernur Sulsel, Massa Aksi Lempari Gerbang Dengan Telur Busuk

Tidak Ditemui PLT Gubernur Sulsel, Massa Aksi Lempari Gerbang Dengan Telur Busuk

MAKASSAR– Tepat Pukul 12:00, puluhan aktibis yang mengatasnamakan diri GEMPAR SulSel Kembali Menggelar Unjuk Rasa Di Depan Kantor Gubernur Prov SulSel, Rabu (29/8/18).

Dalam orasinya Jendral Lapangan Aksi Gempar, Sadiq menjelaskan, dugaan Kasus Korupsi Yang Di Alami Oleh PLT Sekda SulSel Tauto Tana Ranggina Sampai Hari ini Masih Mangkrak Di Meja Kejaksaan Tinggi SulSelBar

“Dalam Gerakan ini Kami Sangat Menuntut Kejati Agar Lebih Memperlihatkan Kinerjanya Untuk Menangkap Dan Mengadili Si Pelanggar Hukum itu Sebab UU No 28 Thn 1999 Di Jelaskan Bahwa Penyelenggara Negara Harus Bersih Dan Bebas Dari Korupsi Kolusi Dan Nepotisme Dan UU No 5 Thn 2014,” terangnya.

Dikatakan, Kasus Dugaan Korupsi Sudah Jelas Bahwa Tauto Tana Ranggina Telah Terlibat Dalam Penjualan Lahan Negara Yang Terletak Di Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Yang Kita Ketahui Mantan Bupati Takalar Masuk Dalam Daftar Dan Sekarang Sedang Menjalani Proses Hukum

Belum Lagi Kasus Dugaan Korupsi Yang Lain Seperti Penggelapan Dana Pajak Sebesar Rp.40 Miliar Dan Semenjak Dia Menjabat Sebagai Kepala Kesbampol Juga Menggelapkan Dana Bantuan Sosial Sebesar Rp. 8,8 Miliar Yang Arahnya Samapai Sekarang Entah Kemana Hingga Merugikan Negara

“Dari Hasil Investigasi Bukan Hanya Kasus Korupsi Yang Kami Temukan Tetapi Ada Pelanggaran Kode Etik ASN, Bahwa PLT Sekda SulSel ini Telah Melakukan Dukungan Secara Transparansi Terhadap Salah Satu Kandidat Gubernur Pada Pilgub Beberapa Bulan Lalu,” tegasnya.

Lanjut Sadiq, PLT Sekda Tauto Tana Ranggina Melakukan Afiliasi Secara Terbuka Kepada Calon Gubernur Sehingga Melanggat Kode Etik ASN PP No 42 Thn 2004 Di Jelaskan Bahwa ASN Tidak Di Benarkan Terlibat Dalam Politik Praktis Dan PP No 5 Thn 2014

“Namun Yang Di Pertontonkan Itu Adalah Salah Satu Kelakuan Yang Melanggar Peraturan Pemerintah Dengan Melakukan Praktik Praktik Politik Praktis,” ucapnya.

“Kami Juga Sangat Menyayangkan Apa Yang Di Lakukan Oleh Beberapa Anggotanya Yang Bagian Aspirasi Pemprov Yang Menuduh Gerakan Yang Dilakukan Tidak Ada Legalitas Dari Pihak Kepolisian Karna Tidak Mengawal Aksi Kami,” tutur Sadiq.

Ia menekankan tetap akan menyampaikan Dan Perlihatkan Bukti Arsip Surat Penyampaian Aksi Di Polrestabes Bahwa Hari Sabtu Yang Lalu Kami Menyurat Namun Itulah Mungkin Kelalaian Dari Aparat Kepolisian Yang Tidak Jeli Atau Mungkin Lupa Dan Sebagainya

“Makanya Kami Lempari Telur Busuk Ke Dalam Gerbang Kantor Gubernur Karna Aspirasi Kami Sama Sekali Tidak Di Gubris Oleh PLT Gubernur, Padahal Kami Hanya ingin Mempertanyakan Mekanisme SOP Dari Pengkatan PLT Sekda Yang Melanggar Hukum Dan Peraturan Pemerintah Tetapi Masih Di Lantik Juga Dan Kenapa Belum Di Copot,” teeangnya.

Beberapa Aksi Sebelumnya membuat GEMPAR kecewa karena Pihak Pemprov Tidak Ada Yang Bisa Menjelaskan Secara Detail Dan Semua Hanya Pada Saling Tuding Menuding.

“Maka Dari Semua ini Kami Berjanjji Ketika Tuntutan Kami ini Lagi Lagi Tidak Di Indahkan Maka Tunggu GEMPAR SulSel Akan Menggelar Aksi Besar Besaran Dengan Membawa Aliansi Dari Berbagai Lembaga Gerakan Di Depan Kantor Polda SulSel Agar Kasus ini Bisa Ditangani Oleh Polda,” pungkasnya.

loading...