Tim JKP Sulsel Sidak Pasar Tradisional dan Pasar Modern di !akassar

oleh -215 views

MAKASSAR– Dalam rangka mengantisipasi peredaran pangan yang tidak aman selama bulan ramadan, tim jejaring keamanan pangan (JKP) provinsi Sulsel dalam hal ini Pokja jejaring pengawasan pangan turun langsung melakukan sidak ke pasar tradisional dan pasar modern yang ada di kota Makassar.

TIM JKP memantau setiap komoditas pangan yang disinyalir mengandung bahan kimiawi serta sayuran dan buah tak layak konsumsi yang beredar dipasaran.

Selain itu Produk segar, olahan, produk peternakan dan Perikanan juga diawasi, selain melakukan pengawasan juga dilakukan pengujian produk perikanan yang beredar dan dijual di pasar Modern di Makassar.

Kepala UPT Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan DKPTPH Sulsel Hasnawaty Habibie mengatakan kegiatan ini adalah agenda rutin yang digelar tim JKP setiap bulan ramadan.

“Kami rutin melakukan pengawasan. Ini adalah tim terpadu dari berbagai instansi seperti Dinas Ketahanan Pangan TPH Sulsel, Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan dan BPOM Makassar. Kami bekerja sesuai tupoksi masing-masing,” kata Hasnawaty, didampingi Humas DKPTPH Sulsel Selasa (22/5).

Ia menambahkan, tim JKP akan turun mengecek seluruh pasar, toko ritel dan suplier, grosis Jika ditemukan ada pangan yang sudah tak layak konsumsi khususnya untuk produk hortikultura, Hasna menegaskan akan ditarik dari peredaran.

“Kami akan lakukan penarikan, kita punya SOP,” tukasnya.

Di pasar Pa’baeng-baeng misalnya, tim menemukan ikan yang dicurigai mengandung formalin.

Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulsel langsung melakukan uji coba sampel. Seperti halnya di pasar modern yang berada disekitaran jalan sultan alauddin makassar. Sejumlah ikan import beku diamankan karena sudah tak layak konsumsi.

“Dipasar Terong Makassar, Tim JKP Melihat penataan pedagang sayur, buah belum memenuhi standar keamanan pangan karena jaraknya yang bersebelahan lansung dengan pedagang unggas yang kemudian dampaknya berefek dan dapat menimbulkan pencemaran dan kontaminasi pada sayur dan buah yang beredar dipasaran, ” ujar Samsul Huda, SP.

loading...
loading...