Tingkatkan SDM Quality Control Brang pilahan Sampah, Dinas DLH Gelar Pelatihan

oleh -239 views

MAKASSAR– Untuk lebih memaksimalkan pemahaman serta peningkatan pengetahuan tentang pengelolalaan Bank Sampah, pihak Dinas Dampak Lingkungan Hidup Melalui UPTD, menggelar Pelatihan dengan melibatkan Lingkup Pegawai UPT Bank Sampah, Bank Sampah Unit (BSU), Bank Sampah Sekolah, Bank Sampah Sektoral (BSS), Bank Sampah SKPD/Instansi/Lembaga, Rabu (2/5/18).

Kegiatan ini di hadiri Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup, Ketua Yayasan YPN Saharuddin Ridwan, SE! MM,  Kepala UPT Nasrun SE, Sekdis DLH H.A.Iskandar sebagai nara sumber serta di hadiri 40 orang Partisan dari Masyarakat dari berbagai kecamatan se Kota Makassar.

Pada seasion pertama, kemudia dilanjut lagi sesion kedua Nara Sumber KTU UPT Bank sampah Suardi Nurdin, Anggota YPN Anca, Jusman Msi dari Infokom, Dra Juliani Djafar Anggota Timpro, Dr. H.Muhtar Tahir Mpd, Ketua Timpro juga PLt Dinas Pendidikan dengan jumlah 40 se kota Makassar.

Kegiatan ini dibuka oleh kepala dinas dan kemudian laksanakan Dialog Antara masayarakat dengan nara sumber.

Sekertaris Dinas (Sekdis DLH) Drs H.Iskandar S.Sos, selaku nara sumber menjelaskan, bahwa Makassar merupakan pilot project. Bahkan instruksi menteri lingkungan hidup mengatakan jika ingin belajar datanglah ke Kota Makassar dan satu satunya di indonesia yang menganggarkan melalui APBD pembelian sampah dari masyarakat adalah Makassar, uatamanya sampah sampah yang punya nilai.

“Mengenai nilai atau harga tetap mengacu pada surat edaran oleh Kadis Dampak lingkungan yang intinya tergantung pada jenis nya,” jelas Iskandar.

Sementara 20 unit bank sampah yang sudah dibentuk dan penjualan nya di tangani langsung oleh pemerintah, Sekdis DLH menghimbau, agar setiap RW memiliki Bank Sampah.

Sementara itu ketua Yayas YPN Saharuddin Ridwan juga selaku Nara sumber Mengatakan, memahami tentang quality control yang pertama, harus melihat manejemen, pekerjaanya, pengelolaanya, organisasinya kinerja, intgritasnya dan barang nya.

“Kita menghasilkan barang itu sesuai prodaknya dan juga Ada komponen utama yaitu inspeksi pembelian entah itu bersih atau kotor,di tambhkan untuk maksimalisasi quality control itu di perlukan ada nya kesepakatan bersama itulah ada SOP,” terang Saharuddin Ridwan.

Tujuan pertemuan ini lanjut mantan jurnalis itu, yang harus diluruskan pertama jumlah sampah yang di beli terbatas jenis harga yang baik turun.

“Sistim penjemputan itu dulu yang menjadi dilematis di masyarakat sehingga Qulity Cobtrol itu bisa terlaksana ketika manajemen organisasi yang harus di perbaiki,” ucapnya.

Kadis Dampak lingkungan Hidup Drs H.Abd Asis Hasan, Msi mengatakan, tujuan sosialisasi ini tidak kain untuk merapatkan barisan tentang protag yang dibuat dan disepakati BSU Bank Sampah Unit dengan BSP Bank sampah Pusat bagaimana terbentuknya sinergitas kesamaan pemahaman mulai dari harga.

“Yang perlu di ketahui tidak semua RT atau RW menjadi satu Kewajiban membentuk pengelolaan namun di himbau agar tetap memberi motivasi bagi warganya bagaimana bisa hidup bersih dan menata lingkungan yang sehat,” tutur Asis Hasan.

Dijelaskan, dari 9 aturan yang diberikan jika keduanya sudah di upayakan semaksimal mungkin bersih dan penataan maka yang ke 7 item aturan itu pasti terpenuhi semua.

Laporan Andi Gusthi

loading...
loading...