Tokoh Agama Sulsel: ISIS tak Punya Ulama

oleh -160 views

imagesIndotimnews.com– Puluihan ulama bersilaturahim di Baruga La Teya Rinduni Rujab Bupati Bone Jalan Merdeka Kelurahan Watampone Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, Sulsel, Sabtu (21/2/2015).

Adapun Tema pertemuan itu ” Isu Keumatan dan Revitalitasi Peran Ulama Dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah” yang diselenggarakan oleh Ikatan Kerukunan Alumni dan Keluarga As’adiyah (IKAKAS).

Dalam kegiatan tersebut Prof. Dr.H.Rahim Yunus. MA, Guru Besar Kampus UIN Alauddin membahas Konsep Ulamah Nabi dalam tinjauan sumber daya islam.

“Setiap saat atau setiap abad yang namanya ulamah harus melakukan pembaharuan revitalisasi,” ucap Prof. Dr.H.Rahim Yunus. MA,

Ditambahkan, bahwa ajaran Isis itu adalah bukan ajaran islami maka dari itu kami harus mewaspadai perkembangan ajaran tersebut yang akan masuk di negara Indonesia.

“Sebagai Ulamah kita harus mampu memberikan bantuan, memberikan solusi yang terbaik pada masyarakat tentang ajaran agama islam yang berlaku di Indonesia,” lanjut Guru Besar Kampus UIN Alauddin .

Ulamah itu kata Rahim Yunus, harus ada penyanggung antara masyarakat dengan Umarak.

“Ulama itu adalah benteng negara Bangsa Indonesia dan ingin merekomendasikan jangan sampai adanya Ajaran ISIS masuk di Indonesia karena kelompok radikal itu tidak mempunyai Ulama,” terangnya.

Sementara Dr. KH. Abunawas Bintang sebagai Tokoh Agama Islam di Sulsel, ikut berkomentar tentang Strategi Alim Ulama dalam menghadapi Isu – Isu Keumatan.

Dikatakan, fungsi Ulamah adalah mengetahui dan mendalami ilmu agama sehingga Ummat Islam harus tunduk dan patuh serta taqwa terhadap Allah SWT.

“Selain itu menjalankan perintah Allah Swt dengan baik. Ulamah senantiasa sering memberikan contoh kepada masyarakat tentang pengalaman tentang hadist agar penyampaian ajaran Al – Qur’an,” terang Dr. KH. Abunawas Bintang.

.
Lanjut tokoh agama ini, ulamah dalam menyampaikan seluruh ajaran agama islam dapat menjadikan suatu media antara satu sama lain dan apabila ada seorang ulama yang sering memberikan Umat Islam ajaran yang seakan akan mencerai beraikan.

“Apabila Ulama tidak didirikan di Indonesia maka rakyat kami akan di hancurkan oleh berbagai aliran sesat. Maka dari itu, untuk menuju perjalanan Islam kedepan harus diwujudkan ahlil wahlil agar kedepannya bisa tebentuk Islam sedunia demi NKRI,” paparnya.

Dari pembahasan materi yang dibawakan KH. Abd. Samad, Lc, Anggota Lajnah Tarjih PWM Sulsel yang juga Ketua LPPI Makassar dalam Konsep Toleransi Ukhuwah dan Implementasi dalam Konteks Indonesia.

“Tolerasi adalah istilah yg mewakili ajaran agama yg murni dan lurus bagi Nabi Rasulullah SAW maka dari itu dinamakan agama Islam,” kata KH. Abd. Samad, Lc,

Menurutnya, Ukhuwah adalah memiliki makna dasar kerja sama dalam hal tertentu terkadang menjadi penyebab persaudaraan sehingga dimunculkannya toleransi.

Dalam kegiatan ini Dr. KH. Baharuddin, HS.MA, selaku Tokoh Agama Islam Kabupaten Bone, membahas perkembangan terkini tentang upaya Kaderisasi Ulama Sulsel

“Arung Palakka merupakan salah satu pahlawan yang merupakan pejuang agama islam. Karena itu, Agama Islam adalah Masayarakat Bone,” tuturnya.

Karena kata tokoh Islam Bone ini, hampir Semua masyarakat Bone menganut agama Islam, hanya masyarakat pendatanglah yang bukan warga Bone asli menganut agama non Muslim. (Cilo)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.