Tolak Larangan Perdagangan “Cakar”, Himpas Bakar Pakaian Bekas

oleh -120 views

aksi-bakar-cakar2Indotimnews.com– Kebijakan pemerintah yang melarang perdagangan pakaian bekas atau yang lebih dikenal warga Kota Makassar “Cakar”, menuai protes dari berbagai kalangan. bahkan pemerintah dinilai melakukan pengangkangan hak penggunaan dan penjualan cakar tersebut.

Para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pakaian Bekas ( Himpas ) Kota Makassar ,yang digelar dengan aksi bakar pakaian bekas sebagai simbol penolakan , di Bursa Cakar Batua Raya , kelurahan Batua Kecamatan Manggala Makassar , Selasa ( 10/02/2015 ) siang

Aksi penolakan ini tentunya bukan tampa alasan , peredaran pakaian bekas selama ini dinilai sangat membantu masyarakat , karna harga jualnya yang sangat terjangkau . Tidak hanya itu , dari jumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi ini memiliki banyak lapak atau kios yang mempekerjakan karyawan yang notabene tidak memiliki pendidikan atau jurusan khusus seperti kebanyakan karyawan yang bekerja di perusahaan , ” Berapa banyak anak yang tidak berpendidikan yang akan kehilangan sumber penghasilan jika pemerintah akan menerapkan aturan tersebut ” , Ungkap Minche Salah satu anggota Himpas .

Menurutnya , terkait dengan virus atau bakteri yang disangkakang pemerintah selama ini dinilai sangat tidak logis , pasalnya selama ini tidak pernah ada keluhan atau laporan dari masyrakat terkait adanya penyakit yang ditimbulkan dari bakteri pakaian bekas tersebut , mereka juga sangat paham bagaimana cara menjaga kebersihan pakaian bekas yang dibelinya , tentunya mereka bersihkan terlebih dahulu sebelum memakainya , Kata Minche .

Diselah aksi bakar pakaian bekas , beberapa pengunjung mengatakan , sangat tidak setuju jikalah pemerintah akan mengeluarkan aturan terkait pelarangan pakaian bekas ini , karna harga jual pakaian ini sangat terjangkau , ” Harganya buat saya sangat bersahabatlah ‘ Ungkap Indah kepada awak media .

Lanjutnya , dengan adanya pakaian bekas yang harganya terjangkau , kami merasa sangat terbantu dengan adanya pedagang pakaian bekas ini , kebutuhan pakaian keluarga saya bisa terpenuhi begitupun dari kwalitasnya yang bisa bersaing dengan produk baru , Kata Indah .

Pemerintah dalam hal ini Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia tentunya bisa mempertimbangan terkait wacana tersebut , berapa banyak kepala keluarga yang akan kehilangan mata pencaharian , tentunya hal ini akan memicu meningkatnya jumlah pengangguran jika pemerintah akan menerapkan aturan tersebut. (Ahmad)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.