Toleransi Politik; Dua Kandidat Terkuat Gubernur Bengkulu Saling Mendukung

oleh -156 views

JAKARTA– Pemilihan Gubernur Bengkulu 2020 telah memasuki hitungan bulan. Sejumlah calon kandidat yang bakal tampil, bersama tim suksesnya, mulai masif menyebar ke ruang-ruang publik dengan atribut masing-masing baik di jalanan, sosial media, media cetak maupun media elektronik.

Di antara hiruk pikuk suara itu yang nampak menonjol kuat dalah Gubernur petahana Provinsi Bengkulu H. Rohidin Mersyah dan Mantan Gubernur Bengkulu H. Agusrin M. Najamudin.

Namun, kabar santer beredar dan terus bergulir beberapa hari ini adalah Gubernur Petahana Propinsi Bengkulu H. Rohidin Mersyah bersama rombongan Sekda Bengkulu dan Tokoh Bengkulu menemui Mantan Gubernur Bengkulu H. Agusrin M. Najamudin di sebuah tempat di Jakarta. Pertemuan ini adalah pertemuan tertutup dari awak media.

Sebagaimana diketahui bahwa Gubernur Petahana Rohidin Mersyah masih ada hubungan keluarga dengan mantan Gubernur Bengkulu H. Agusrin M. Najamudin. Dalam pertemuan tersebut Rohidin Mersyah meminta dukungan kepada mantan Gubernur Bengkulu H. Agusrin M. Najamudin. Karena dalam beberapa survey terkini di Bengkulu, kedua tokoh tersebut memiliki survey terkuat dan elektabilitas hampir sama.

Diketahui dalam pertemuan, Mantan Gubernur Bengkulu H. Agusrin M. Najamudin secara fair dan dewasa turut mendukung agar Gubernur Petahana H. Rohidin Mersyah agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya Petahana mendapatkan elektabilitas dan survey terus meninggi. Gubernur Petahana berharap dalam pertemuannya ini bisa mendongkrak survey dan elektabilitasnya semakin tinggi.

Photo pertemuan ini terus beredar dan banyak dibacarakan oleh khalayak masyarakat Bengkulu.
Beberapa pengamat menilai bahwa melihat pertemuan photo ini adalah pertemuan silaturahim biasa karena masih ada ikatan saudara antara kedua tokoh tersebut sekaligus silaturahim antara Gubernur Petahana dan mantan Gubernur Bengkulu untuk membangun Bengkulu kedepan.

Di sisi lain, Pengamat yang tidak mau disebutkan namanya bahwa mantan Gubernur Bengkulu H. Agusrin M. Najamudin mendukung Gubernur Petahana H. Rohidin Mersyah.

Namun pendapat berbeda juga disampaikan oleh Pengamat lain yang tidak mau di sebutkan namanya bahwa bisa saja kedua tokoh kuat Bengkulu tersebut bergabung dan bersatu antara H. Rohidin-H.Agusrin atau H.Agusrin-H. Rohidin. Dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi dan memungkin untuk terjadi berpasangan atau bersatu, semuanya masih bisa cair.

Masyarakat Bengkulu tentu berharap kemesraan antar dua elit politik tersebut diteladani oleh elit politik lainnya dan dapat bertahan hingga seluruh proses Pilgub Bengkulu usai. Karena saat ini Bengkulu sangat membutuhkan sebuah persatuan yang kokoh dan kuat untuk menyelesaikan masalah besar yang hingga kini belum terselesaikan seperti tingginya angka kemiskinan, pengangguran, keterbatasan infrastruktur, minimnya pendapatan daerah untuk pembangunan, kesehatan dan pendidikan. Semoga pertemuan kedua tokoh kuat ini bisa menyalakan optimisme kemajuan Bengkulu.(*)