Home / Indotimnews / Ujuk rasa IPMIL Raya tuntut Kejati Sulsel tuntaskan kasus korupsi PLTMH

Ujuk rasa IPMIL Raya tuntut Kejati Sulsel tuntaskan kasus korupsi PLTMH

Indotimnews– Puluhan mahasiswa yang berasal dari sejumlah kampus di Kota Makassar, yang mengatasnamakan diri  Mahasiswa Dan Pemuda Luwu ( IPMIL) Raya,  menutut pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menuntaskan kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)  Luwu Timur yang ditenggarai  menggelapkan anggaran negara sebesar Rp. 29 Milyar.

Demikian tuntutan para pengunjukrasa dari IPMIL Raya yang digelar di Kantor Kerjaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar. Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Senin (9/10), Pukul 12.57 Wita. Siang.

Ketua Umum PB IPMIL. Noldy Bemba, Tema ” PB IPMIL RAYA, tidak pernah bergeser dari nilai-nilai perjuangan yang tertanam didalam jiwa para Mahasiswa Luwu Raya yang berada diseluruh Indonesia”.

Dalam orasinya mengungkapkan pihaknya menuntut Kejati Sulselbar  untuk segera menuntaskan kasus korupsi PLTMH yang disinyalir merugikan negara sebesar Rp. 29 M.

Selanjutnya , mendesak Kejati Sulsel untuk melanjutkan sprindik yg dikeluarkan pada tahun 2015 terkait kasus korupsi PLTMH, serta mendesak Kejati Sulsel untuk melimpahkan kasus ini segera ke Pengadilan.

Aksi unjukrasa ini diramaiakan pula sejumlah bentangan spanduk berisikan pesan seperti,  Korupsi Pencuri uang rakyat. – Tuntaskan PLTMH Lutim Rp. 29 M. – Tangkap Bupati & Adili Bupati/walikota “Koruptor”. – Kejati Mundur dalam penyelesaian kasus Korupsi di Sulsel serta” Hukum telah Mati”.

Selain itu, Para pengunjukrasa membakar foto Bupati Luwu sebagai simbol kemarahan terhadap oknum-oknum yang terlibat di kasus ini.

Pukul 12:58 wita, Unit Intel.  Polsek. Panakkukang dipimpin oleh Aiptu Abd. Muis dan Iptu Winarno beserta 10 Orang personil beserta anggota Intel tiba di Kantor Kejati Sulsel.

Aspirasi Para Pengunjukrasa akhirnya diterima  Salahuddin, Kepala Seksi Penerangan Hukum,  bertugas menerima aspirasi para mahasiswa di Kejati) dalam pengantarnya menuturkan untuk kasus ini belum ada kejelasan dan belum ada proses penyelidikan.

Ditambahkan dalam kasus ini pihaknya belum menerima pelimpahan.

“Kami akan segera melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” kandasnya

Para pengunras mendesak untuk masuk ke Kantor Kejati Sulselbar, para pengunjukrasa berkeras untuk masuk ke Kantor Kejati dan menarik pagar besi dan membengkokkan 2 sebatang besi pagar pintu gerbang Kejati Sulselbar.

Selanjutnya, para pengunjurasa hendak membakar ban bekas namun dihalau aparat keamanan, para pengunras bergeser ke pintu 2 Kantor Kejati Sulselbar.

Beberapa saat aksi unjukrasa berlangsung, para pengunjukrasa IPMIL Raya dan Aliansi Sulawesi Barat masuk dan menduduki Kantor Kejati Sulselbar.

Para pengunjukrasa menutup ruas jalan dan mengakibatkan lalin macet merayap, kembali menduduki pintu gerbang masuk Kantor Kejati Sulsel dengan satu tuntutan.

Para pengunjuk rasa Gabungan IPMIL Raya dan Aliansi Sulawesi Barat diterima kembali yg kedua kalinya,  Salahuddin mengungkapkan  untuk kasus korupsi yang ada di Propinsi Sulbar,  pihak dari pimpinan Kejati Sulselbar  sudah menetapkan 4 tersangka dan sekarang masih dalam proses penyelidikan untuk kasus korupsi yang ada di Sulawesi Barat.

“Kami dari pihak Kejati masih tetap fokus dalam 4 org tersangka itu,”ulasnya

“jika tuntutan kami tidak di salurkan dan di tanggapi oleh pihak Kejati Sulsel, maka para kami akan datang kembali dengan estimasi massa yang lebih besar lagi,” ancam para pengunjukrasa diakhir aksi unjukrasa.  ( Wawan /Wisnu).

loading...