Ulama minta tak diberi ruang untuk neokomunis dalam kebangkitannya

oleh -161 views

imagesSemarang– Ribuan ulama, kiai dan santri serta warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Semarang menyatakan menolak masuknya neokomunis ke Indonesia. Dalam acara tersebut, juga disampaikan bahwa para ulama dan santri mendesak agar pemerintah pusat tidak memberi ruang bagi neokomunis bangkit kembali di Bumi Pertiwi tercinta ini.

“Masyarakat juga kami imbau waspada akan bangkitnya kembali neokomunis di Bumi Pertiwi ini. Sebab sesuai sejarah, PKI telah melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah dan telah membunuh tujuh jendral,” ungkap pengasuh Ponpes Al Masudiyah, KH Ahmad Fauzan.

Hal itu disampaikan dalam ceramahnya saat Halaqoh Ulama dan Santri NU yang digelar, Minggu (4/10) sore tadi di Ponpes Al Mas’udiyah Blater, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Bahkan PKI, menurut dia, juga telah melakukan tindakan keji terhadap para kiai, santri, Ansor, Banser dan masyarakat lainnya.

“Jadi Bapak Presiden Republik Indonesia ( Jokowi) tidak perlu minta maaf kepada keluarga korban PKI. Kami khawatir permintaan maaf tersebut justru memicu persoalan baru di kemudian hari, imbuhnya.

Tidak hanya masalah PKI saja, dalam Halaqoh tersebut juga disampaikan tentang bahaya masuknya kelompok radikal yang mengatasnamakan agama yang berupaya mengganti dasar Negara Republik Indonesia.

Untuk menghadapi persoalan tersebut ulama dan santri ahlu sunnah wal jama’ah Kabupaten Semarang mengambil posisi Wasatho Ummah.

Kami bersama rakyat dan aparat keamanan akan selalu berdampingan untuk mempertahankan keutuhan NKRI, tandasnya.

(merdeka.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.