Home / Indotimnews / Unjuk rasa GRD: Hentikan tindakan represif aparat kepolisian terhadap masyarakat sipil

Unjuk rasa GRD: Hentikan tindakan represif aparat kepolisian terhadap masyarakat sipil

Indotimnews– Gerakan Revolusi Demokratif (GRD) Mahasiswa Universita Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menuntut pihak Kepolisian untuk menghentikan tindakan Represif aparat kepolisian terhadap masyarakat sipil, terutama para mahasiswa.

Demikian salah satu tuntutan GRD dalam orasinya pada saat aksi unjukrasa bertempat di Jalan Urip Sumiharjo tepatnya di bawah Flyover Kel. Karut Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, yang diperkirakan berjumlah puluhan orang mahasiswa, Selasa, (17/10) siang.

Andi Etus Mattumi, Ketua Umum KP-GRD, Arifin Hasan. Ketua GRD KS UIN serta Andi Cibu Mattingara Ketua GRD KS UMI. Dalam aksi unjuk rasa bersama ini bertemakan Akibat Aparat Negara melakukan tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat.

Adapun tuntutan pengunjukrsa dalam orasinya secara bergantian menuntut menghentikan represifitas Aparat Kepolisian.

“Revisi PERKAPOLRI No.9 tahun 2008, serta copot Kapolda Sulsel,” kandas pengunjuk rasa dengan menggunakan pengeras suara (megaphone-red) secara bergantian.

Hasil pantauan di lapangan, para pengunjuk rasa Menggunakan panggung Orasi dgn 1 Unit Kendaraan roda 4 bernopol DD 8383 YS. mengibarkan Bendera GRD. membentangkan spanduk Bertuliskan, – KS GRD Kami UIN. – Hentikan Tindakan Represif Aparat Kepolisian, – Bangkit Berlawan!.

Saat aksi unjukrasa berlangsung, Unit Aparat Kepolisian Panakkukang dipimpin Wakapolsek AKP Muh. Tang tiba di tempat unjuk rasa sebanyak 20 orang.

Para pengunjuk rasa, Gabungan GRD KS-UMI dan GRD KS-UIN berjanji jika dalam waktu dekat ini tuntutannya tidak di tindak lanjuti, Para pengunjuk rasa akan turun dengan jumlah estimasi massa yang lebih besar lagi, sebelum meninggalkan tempat dengan aman. ( Wisnu)

loading...