Unjuk rasa Aktivis AMBAR: Usut tuntas kasus korupsi APBD Sulbar TA.2016

oleh -420 views

Indotimnews– Puluhan mahasiswa Sulawesi Barat (Sulbar) yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat Menggugat (AMBAR Kota Makassar), dipimpin Rama (Jendlap-red), melakukan aksi unjukrasa menuntut menuntut pihak Kejati Sulselbar agar transparan dan tegas dalam mengusut tuntas kasus korupsi APBD 2016 Sulbar. Rangkaian menyikapi ” Mengusut Tuntas Tindak Pidana Korupsi”. di Jalan. Urip Sumoharjo Kota Makassar depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulselbar. Senin (13/11/17).

Selain itu, para pengunjukrasa menuntut Kejati Sulselbar untuk secepatnya melakukan penahanan terhadap 4 orang tersangka kasus korupsi APBD 2016 Sulbar.

“Kami menuntut Kejati Sulselbar untuk memperjelas sejauh mana penyelesaian kasus korupsi APBD 2016 Sulba, serta untuk tetap komitmen menyelesaikan kasus korupsi APBD 2016 Sulbar,” ujar Rama lewat megaphone .

Ditambahkan pihaknya meminta Kepala Kejati Sulselbar baru untuk tetap melanjutkan kasus korupsi APBD 2016 Sulbar.

“Kami berharap pihak kejati agar tetap profesional dalam meyelesaikan kasus korupsi APBD 2016 Sulbar, serta pihak kejati agar menggandeng KPK dalam melakukan penyidikan kasus korupsi APBD 2016 Sulbar,” tegasnya.

Para pengujuk rasa diterima Salahuddin . Kasi Penkum Kejati di depan Kantor Kejati dengan tanggapan Tim penyidik Kejati Sulselbar sudah turun ke Sulbar untuk melihat langsung perkembangan atau pemantauan pelaku, sehingga belum bisa memastikan penahanan/ penangkapan secara langsung, karena belum ada bukti yang lebih akurat.

“Untuk kasus tersebut, saat ini Pihak Kejati Sulselbar, menggandeng KPK untuk memantau kasus korupsi, dan biarkan pihak penyidik merangkung data – data pelaku,” ujar Salahuddin.

Dia berharap para pengunjukrasa bisa bersabar karena Kejati Sulselbar akan berusaha menutut atau menangkap pelaku korupsi ABPD di Sulbar.

“Kami dari pihak Kejati sangat berterima kasih kepada Ambar karena selalu mengikuti kasus tersebut,” tandasnya.

Sememtata pengunjik rada dengan aparat sempat bersihtegang , karena pihak kepolisian melarang membakar ban bekas. (Wisnu)

loading...
loading...