Home / HUKRIM / Unjuk rasa Aktivis Gempur minta Kapolda Sulsel evaluasi kinerja Dirreskrimum. Ini pasalnya!

Unjuk rasa Aktivis Gempur minta Kapolda Sulsel evaluasi kinerja Dirreskrimum. Ini pasalnya!

Indotimnews– Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan diri Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) menggelar aksi unjukrasa, di Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Senin (4/12/2017).

Aksi yang dipimpin Accung meminta Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono SH. MH, agar melakukan evaluasi kinerja Ditreskrimum Polda Sulsel yang dinilai keliru dalam proses penyelidikan sesuai SP2HP dengan nomor B/412 A.2/XI/2017 p, terkait penggelapan tangki minyak yang diduga dilakukan oleh PT. DIPO STAR FINANCE.

Gempur Sulsel juga menyikapi tindak pidana pengelapan dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh PT. DIPO START FINANCE .

“Kami meminta Kapolda Sulsel tidak tebang pilih dan transparan dalam penanganan perkara yang dilaporkan oleh Masyarakat,”ujar Accung dalam orasinya.

Ditambahkan, apabila tuntutan ini tidak diindahkan maka akan melakukan tindakan yang di anggap benar dan melakukan aksi demonstrasi dengan Isu “Mosi tidak percaya terhadap kinerja Ditreskrimum Polda Sulsel”.

Sementara itu, Kompol Akbar, Kanit II Ditreskrimum Polda Sulsel, dan Iptu Abdul Azis, Panit II Subdit Polda Sulsel, saat menerima para pengunjukrasa menaggapi pihak Polda Sulsel dalam hal ini Ditreskrimum memproses laporan yang masuk ke Polda.

“Masalah pencemaran nama baik pihak polda tidak menjadikan satu dengan laporan yang sudah ada karena kami akan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan secara bertahap,”ungkapnya.

Lanjut, apabila dari pihak terlapor merasa di rugikan silakan mengambil jalur hukum yang ada dan melaporkan ke Polda Sulsel, pihaknya siap menunggu dan memproses laporan yang masuk ke Polda Sulsel.

Adapun tangapan pihak pengunjuk rasa diwakili Accung dan Andi Arif Hardi, SH, Kuasa hukum Chandra, SE menyampaiakan agar proses pemeriksaan yang sudah ada ditindak lanjuti kembali sebab PT. Dipo Star Finance diduga melakukan pengelapan.

“Kami Meminta kepada Dirreserse kriminal Polda Sulsel jangan tebang pilih dalam proses hukum, memohon agar menyampaikan permasalahan ini kepada Kapolda Sulsel yang baru agar tau keadaan yang ada di Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel dianggap keliru dalam menangani kasus ini,” pungkasnya (Wisnu).

loading...