Home / Indotimnews / Unjuk rasa Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi: Pernyataan Bupati Enrekang hina lambang negara

Unjuk rasa Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi: Pernyataan Bupati Enrekang hina lambang negara

MAKASSAR– Meski hujan lebat, sekitar 20 mahasiswa bersama masyarakat Kabupaten Enrekang, Sulsel, yang tergabung dalam Aliansi Masyatakat Peduli Demokrasi (AMPD) menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk perlawanan atas pernyataan Bupati Enrekang, Muslimin Bando, Rabu (7/2/18), di Pertigaan Jln. Hertasning-Jalan AP Pettarani.

Mansyar Mayang, jenderal aksi AMPD dalam orasinya memeriakkan pernyataan upati yang dinilai menyinggung perasaan seluruh masyarakat di Tanah Massenrengpulu ini dengan kalimat “Sudah tidak berperasaan dan tidak bberpanvasil kalau ada foto saya di situjusteru memilih kotak kosong” dalam pelaksanaan pilkada serentak 2018.

“Pernyataan ini menjadi cerminan pemimpin yang tak jelas karena telah melecehkan hal masyarakat dan juga menentang dasar negara yakni Pancasila,” teriak Mamsyar dalam orasinya.

Demikian halnya, orator lainnya dalam aksi ini, memeriakkan keinginan masyarakat daerah yang berjuluk Massenrengpulu, menginginkan pemimpin yang mampu memisahkan persoalan politik dengan persoalan lainnya.

Dalam pernyataam sikap AMPD yang diwarnai demgam aksi bakar ban bekas ini, memgecam statemen Bupati Enrekang, Bupati menodatietika berdemokrasi dan mendesak Kapoda Sulsel mengevaluasi kinerja Kapolres Enrekang terkait mandeknya laporan warga atas penghinaan lambang negara. (*)

loading...