Home / DAERAH / Unjuk rasa FKMPBS teriakkan indikasi ketimpangan pemanfaatan Dana ADD Deaa Bontosalluang Bantaeng

Unjuk rasa FKMPBS teriakkan indikasi ketimpangan pemanfaatan Dana ADD Deaa Bontosalluang Bantaeng

Indotimnews– Anggran Dana Desa , (ADD/DD) yang jumlahnya lebih Rp 1, 3 milyar di daerah ini dikelola Tahun Anggaran 2017, oleh pemerintah Desa Bonto Salluang tidak terasa asas manfaatnya di masyarakat dan tentunya, di curiga adanya penyelewengan anggaran yang bersumber dari keuangan negara itu dan dianggap tidak Jelas pemanfaatannya.

Hal ini diungkapkan Nawir sebagai Koordinator Lapangan (Koorlap -red) Forum Komunikasi Mahasiswa Pemuda Bonto Salluang (FKMPBS) saat berunjuk rasa depan Kantor Kejari Bantaeng di Jalan Andi Mannappiang,Kabupaten Bantaeng Rabu, (6/12/2017).

“FKMPBS ini mendesak pihah kejari Bantaeng untuk segera mengusut dugaan penyelewengan ADD/DD pada Desa Bonto salluang Kec. Bissappu, Bantaeng Tahun anggara 2017,” ungkapnya saat berorasi.
Orator lainnya Muh. Ilyas juga mengatakan bahwa ADD/DD itu di atur dalam Permendes No. 4 tahun 2017 perubahan Permendes No. 22 Tahun 2016 tentang perioritas Alokasi Dana desa. Yang tentunya pemerintah Desa Bonto Salluang harus mengikuti aturan tersebut.

Lanjut, dalam Peraturan tersebut sudah sangat jelas bahwa ADD/DD diperuntukkan kepada Program pembangunan, Pemerintahan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. program tersebut tidak di rasakan oleh masyarakat sampai sekarang.

Kepala seksi intelijen (Kasi intel) Kejari Bantaeng Fachrul saat menerima peserta unjuk rasa berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi dari FKMPBS terkait penggunaan ADD/DD di Desa Bonto Salluang.
Aksi FKMPBS ini menjadi pusat perhatian pengguna jalan dan dalam pengawalan pihak Polres Bantaeng dan berakhir dalam keadaan kondisi aman. ( Wisnu)

loading...