Unjuk Rasa GEMPAR Desak Kejati Sulsel Tuntaskan Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Barombong

oleh -7 views

MAKASSAR– Puluhan aktivis GEMPAR Sulsel Kecewe Atas Pernyataan pihak Kejati saat menggelar  aksi unjuk sasa, Rabu (8/2).

Dalam aksinya puluhan mahasiswa ini membawa tuntutan dari hasil investigasi terkait dugaan kasus korupsi proyek pembangunan stadion barombong yang berstaraf internasional itu.

Terlihat mahasiswa saling bergantian berorasi menyampaikan aspirasinya dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian

Jendral Lapangan GEMPAR, Sadiq, Mengatakan, bahwa sebenarnya sangat kecewe terhadap pihak kejati lantaran oengunjuk rasa ingin masuk ke dalam tetapi di halangi pagar besi yang penuh duri. Bahkan aparat kepolisian ikut menghalangi

“Padahal yang kami bawa ke tempat ini bukan kasus baru melainkan kasus yang sudah lama tetapi masih mangkrak di pihak Kejati Sulsel, makanya kami sangat mendesak kejati untuk secepatnya melakukan penelusuran dan menangkap oknum yang terlibat di dalamnya,” teriak Sadiq dalam orasinya.

Janjut, Sepengetahuannya dalam pelaksanaan pembangunan stadion barombong itu diambil alih oleh dispora dan beberapa perusahaan termasuk PT Usaha Subur Sejahtra dengan melibatkan anggaran kurang lebih Rp.221 Milyar APBD dan APBN dari berbagai tahap penganggaran

“Selanjutnya dengan temuan ini kami menduga dengan kuat dispora dan perusahaan tersebut melakukan persekongkolan dalam pembangunan ini,” tambahnya.

Ditambahkan, pernyataan dari pihak Kejati Sulsel, Salahudin yang menemui pendemo dan memberikan pernyataan dianggap hanya celoteh atau lagu lama.

“Kami bertanya tentang kinerja kejati tapi di jawab itu bukan tugas kami. Itukan konyol,” kata Sadiq kecewa.

Tentu mendengar pernyataan tersebut pengunjuk rasa menganggap bahwa lebih baik penegak hukum sepert itu di ganti yang lebih berkompeten dan merakyat

“Maka dari semua ini kami lagi menduga dengan kuat bahwa ada kongkalikong yang terbagun antara penegak hukum dispora dan PT Subur Sejahtra, Lusa GEMPAR SULSEL akan kembali dengan massa yang lebih banyak untuk mempertanyakan dan mendesak kejati dalam menuntaskan dugaan kasus korupsi ini,” desak Sadiq. (*)