Home / Indotimnews / Unjuk Rasa GEMPAR: Tak Ditemui, Kian kuat Dugaan Mahasiswa Soal Penyalahgunaan DAK di Dinas PU Makassar

Unjuk Rasa GEMPAR: Tak Ditemui, Kian kuat Dugaan Mahasiswa Soal Penyalahgunaan DAK di Dinas PU Makassar

MAKASSAR– Puluhan Aktivis Gerakan Aktivis Pemuda Kota Makassar (GEMPAR SULSEL) menggelar aksi unjuk rasa di kantor PU Kota Makassar, kembali menuai kekecewaan.

Dalam aksinya puluhan mahasiswa ini membawa tuntutan dari hasil investigasi terkait dugaan kasus korupsi PU Kota Makassar yang berkedok ( DAK )

Terlihat mahasiswa saling bergantian berorasi menyampaikan aspirasinya

Tentu proses dugaan korupsi anggaran 2017-2018 dana alokasi khusus DAK yang merugikan negara hingga puluhan milyar ini meliputi beberapa tahap realisasi yaitu : (1). Penugasan jalan sebesar Rp 68 milyar, (2). Regulasi sanitasi sebesar Rp 2,3 milyar , (3). Penugasan sanitasi sebesar Rp 7,5 milyar dan Air bersih sebesar Rp 4,5 milyar

Unjuk rasa ini merupakan ke tiga kali nya di kantor PU Makassar, dan kembali untuk mendengarkan penyataan dari pihak PU tetapi ternyata satupun dari pihaknya tidak mau keluar menemua massa aksi

“Olehnya kami nyatakan bahwa memang dugaan korupsi ini sangat melekat di tubuh PU Makassar, Terutama dugaan kami kepada kepala dinas yang punya kuasa penuh dalam anggaran DAK ini,” ucao Sadiq, jendral lapangan aksi dalam orasinya

Aksi lanjutan ini membawa tuntutan dengan 3 poin :
1. Kejati sulsel harus menangkap dan mengadili oknum yang berada di tubuh PU Makassar yang di duga melakukan korupsi kolusi dan nepotisme
2. Meminta kejati sulsel untuk mengusut kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus anggaran 2017 – 2018 di dinas perumahan umum (PU) kota makassar
3. Meminta kepada pihak yang berwenang agar mencopot kepala dinas PU Kota makassar dan meminta kepada kejati sulsel agar segera memeriksa secepatnya karna di duga telah menyalah gunakan anggaran negara yang berkedok (DAK)

“Kami berharap penegak hukum harus profesional dalam menjalankan tugasnya, jika dalam jangka waktu 1 minggu kasus ini tidak dapat dituntaskan maka kami akan turun kembali dengan massa yang lebih banyak dan berjanjji akan tembuskan laporan ini ke KPK,” tegas Sadiq Jendral Lapangan. (*)

loading...