Unjuk Rasa HPMB: Bakar Keranda Mayat Bentuk Kekecewaan Penegakan Hukum di Bantaeng

oleh -305 views

MAKASSAR– Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Bantaeng yang tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Bantaeng (HPMB), menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Jalan Hertasning-Jalan AP. Pettarani, Senin (30/4/18).

Aksi ini meneriakkan kekecewaan terhadap penegakqn hukum atas penanganan dugaan korupsi dana hibah Rp.50 juta yang dilakukan oleh WS, mantan Ketua HPMB tersebut.

Dalam orasinya, Kordinator unjuk rasa HPMB, Ahmad Miswari Hanafi, mengatakan, penanganan yang dilakukan oleh pihak Polres Bantaeng sejak Tahun 2016 lalu, hingga saat ini tidak jelas proses penegakan hukumnya.

“Penegakan hukum yang dijalankan Polres Bantaeng mandul, Padaha, sudah memerima hasil audit dari pihak BPK. Tahun 2015 lalu, HPMB dinyatakan menerima dana hibah dari Pemkab Bantaeng. Diduga kuat Wardiman telah terlibat dalam persoalan itu yang membuat Laporan Pertanggungjawaban palsu,” tegas Ahmad Miswari.

Dikatakan, dalam penanganan kasus ini, pihak Polres Bantaeng telah menetapkan tersangka, namun hingga saat itu penetapan hukum tersebut tidaklah dijalankan.

“Oleh karena itu, kami menggugat dilakukannya penegakan hukum atas kasus ini. Hal itupun telah menciptakan mosi tidak percaya terhadap kepolosian di Bantaeng. Kami meminta Bapak Kapolda Sulsel mengevaluasi kenerja bawahannya,” tambahnya.

Selain membakar 3 ban bekas, mereka juga membakar keranda mayat sebagai bentuk protes dan kekecewaan atas kinerja Polres Bantaeng.

Laporan: Zoel

loading...
loading...