Home / Indotimnews / Unjuk Rasa Koalisi Aktivis Mahasiswa Anti Korupsi : Kejati Sulselbar Mandul Atasi Kasus Suap Proyek Irigasi Rp.49 Miliar

Unjuk Rasa Koalisi Aktivis Mahasiswa Anti Korupsi : Kejati Sulselbar Mandul Atasi Kasus Suap Proyek Irigasi Rp.49 Miliar

MAKASSAR – Unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Kejati Sulselbar Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar, Dari Koalisi Aktivis Mahasiswa Anti Korupsi yang tergabung dari PPM-Sulsel, HAM-Sulsel dan GEMPUR yang dipimpin Akbar Muhammad (Jendlap) menyikapi terkait adanya beberapa indikasi korupsi yang belum mendapat titik terang dalam penanganannya, Rabu (07/11/18) Sore tadi.

Dari Pantauan Awak media, Para Mahasiswa tampak berorasi Secara bergantian dengan menggunakan megaphone, membagikan selebaran, mengibarkan Bendera Kelembagaan PPM-Sulsel dan GEMPUR-Sul-sel serta Bendera Merah Putih, menggunakan R4 Pickup Warna Hitam dengan No. Pol DD 8843 KJ sebagai panggung orasi, membentangkan Spanduk bertuliskan Kritikan-Kritikan Kepada : Kejaksaan Tinggi. Koalisi Aktivis Mahasiswa Anti Korupsi Indikasi Suap Ro.49 Miliar, A. Ichwan VS A. Sukri dan Apa Kabar Kejaksaan Tinggi !!!.

Akbar Muhammad selaku Jendral lapangan aksi menuntut oihak Kejati segera memanggil pihak terkait kasus suap proyek Irigasi DAK Ro.49 Miliar di Kabuoaten Bulukumba.

” Kejati jangan tebang pilih dalam penanganan kasus Korupsi yang dilaporkan serta Kejati harus terbuka dan transparan dalam penangananya, dan segera menuntaskan laporan kasys Korupsi Ro.49 M dana DAK Bulukumba,” tegas Akbar dalam orasinya.

Tak hanya itu, Para Mahasiswa menggoyangkan pagar besi pintu gerbang kantor Kejati Sulselbar, sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap Kejaksaan Tinggi.

Diketahui okeh para pengunjuk rasa, adanya beberapa kasus korupsi di sulawesi selatan yang belum mendapat titik terang dalam penanganya, berkas laporan yang menumpuk di meja Kejaksaan Tinggi Sulselbar dan Polda Sulsel seolah tidak lagi dihiraukan. Sejatinya korupsi merupakan sebuah kejahatan luar biasa, yang menghambat pembangunan dan kemajuan daerah dan sangat merugikan keuangan Negara.

“Kasus Suap Dana DAK Rp. 49 Miliar yang diduga kuat menyeret Bupati Bulukumba selaku pemberi rekomendasi dalam pengurusan proyek tersebut dan kasus Mega Proyek Jembatan Bialo yang bersumber dari APBD dengan anggaran senilai Rp 10,2 Mikiar yang terletak di Kecamatan Ujung Bulu l, Bulukumba, dimana dalam hasil temuan badan Pemeriksa keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sulsel terdapat Kerugian Negara,” ucapnya.

Setelah melakukan aksi di Kantor Kejati Sulselbar, Para Mahasiswa bergeser menuju Kantor Mapolda Sulsel dengan melanjutkan orasi yang sama.

“Ditempat terpisah tepat di Kantor Mapolda Sulsel, Para Mahasiswa diterimah Aspirasinya oleh Kombes Pol. Yuda (Dirkrimsus Polda Sulsel), dengan tanggapan akan memanggil Kanit Tipikornya dan Penyidik Polres Bulukumba yang menangani kasus proyek Jembatan Bialo untuk segera datang ke Polda. Jelasnya dihadapan Para Mahasiswa.

Nah, Aksi unjuk rasa tersebut sudah ke-9 kalinya di dua titik Kejati dan Mapolda Sulsel. (Wisnu)

loading...