Home / Indotimnews / Unjuk Rasa Koalisi Mahasiswa Pecinta Laut: “Polres Pangkep Gagal Berantas IF dan DF”

Unjuk Rasa Koalisi Mahasiswa Pecinta Laut: “Polres Pangkep Gagal Berantas IF dan DF”

PANGKEP– Koalisi Mahasiswa Pencinta Laut (KMPL) yang tergabung dalam dua lembaga yaitu PPM Sul-sel dan Himalaya-Kabupaten Pangkep melakukan aksi unjuk rasa di Polres Pangkep.

Mereka menyikapi adanya kasus Ilegal Fhising dan Destructive Fishing yang marak di Kepulauan Kab. Pangkep, Jum’at (26/10/2018)

Jenderal lapangan Arjuna Laut mengatakan, bahwa adanya putusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) bahwa oknum yang bernama H. Muhtar ini menjadi daftar pencarian orang (DPO) ini berdasarkan dari keterangan tiga terdakwa yang mengakui bahwa dirinya adalah anak buah dari H. Muhtar karena dia yang fasilitasi baik dari segi Kendaraan Jollor,Mesin, Kompresor dan lain-lain.

“Belum lagi kasus penangkapan pelaku Ilegal Fhising dan Destructive Fishing diperairan PL. Balo-baloang yang dilakukan oleh tim Buser Polres Pangkep dimana kapal dan barang bukti lainnya beserta pelaku itu sempat dibawa ke Pelabuhan Maccini Baji Pangkep namun dibebaskan begitu saja tanpa ada proses hukum yang jelas,” papar Arjuna.

Lanjut Arjuna, alasan AKBP Bambang, mantan Kapolres Pangkep pada waktu itu bahwa pelaku tidak dibebaskan melainkan barang bukti (Ikan) sedang di uji dilaboratorium, namun hasilnya sampai sekarang tidak jelas dan mirisnya pelaku beserta barang bukti kapal yang sempat ditahan itu dilepaskan.

“Oleh karena itu kami menganggap bahwa Kapolres Pangkep hari ini tidak serius dalam upaya menangani atau menindaklanjuti masalah ilegal fishing dan Destructive Fishing, Kapolsek Kecamatan Liukang Tangaya dan personilnya juga seolah menutup mata padahal ini sudah menjadi rahasia umum,”tegasnya.

Lanjut Arjuna, jadi wajar jika KKP Ibu Susi Pudjiastuti mengatakan dicuitan Twitternya pada waktu ada pelaku Destructive Fishing di PL. Doang-doangan Caddi Kecamatan Liukang Kalmas yang meninggal dunia akibat diledakkan bom ikan.

“KKP Ibu Susi mengatakan, bahwa kejadian itu menjadi indikator kegagalan penegakan hukum di Polres Pangkep,” terangnya.

Setelah menyampaikan aspirasi mahasiswa juga menyatakan sikap bahwa tangkap oknum yang di tetapkan sebagai DPO Mahkamah Agung, Meminta transparansi Polres Pangkep dalam penanganan Ilegal Fhising dan Destructive Fishing yang ditangkap di PL.Balo-baloang,Tegakkan UU No.45 Tahun 2009,Copot kasat Polair dan Kapolsek Kec. Liukang Tangaya. (*)

loading...