Unjuk rasa Mahasiswa Fakultas Hukum UNHAS Minta Stnov Koorporatif penuhi ketetapan hukum

oleh -631 views

Indotimnews– Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (KMFHH) dipimpin Dedi, Jenderal Lapangan, meminta Ketua DPR-RI, Setya Novanto mengikuti proses hukum kasus Korupsi E-KTP yang sedang ditangani oleh KPK secara kooperatif dan penuh tanggung jawab sebagai pejabat atau penyelenggara Negara.

Hal ini diungkapkan para mahasiswa saat menggelar aksi unjukrasa di Kantor DPRD Propinsi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo. Kota Makassar Selasa, (21/11/17).

Lanjut, pengunjukras dalam orasinya, mendorong lembaga penegak hukum agar memproses laporan atas adanya indikasi serangkaian perbuatan yang dilakukan oleh setiap orang dalam mencegah merintangi, menghalang-halangi, dan atau menggagalkan upaya pemberantasan Korupsi, khususnya dugaan kasus proyek E-KTP.

“Kami mendesak Setya Novanto mundur dari kursi Ketua DPR-RI yang telah ditahan oleh KPK sehingga dianggap tidak akan maksimal menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya sebagai ketua DPR-RI dan juga diduga telah berulang kali melakukan pelanggaran etik dimna hal tersebut telah mencederai institusi DPR-RI sebagai Lembaga Tinggi Negara,” ujar pengunjukrasa.

Ditambahkan, para mahasiswa mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK dalam mengusut tuntas kasus E- KTP, yang melibatkan sejumlah pelanggaran negara tanpa pandang bulu sesuai dengan prinsip dan Asas Persamaan didepan hukum bagi setiap warga Negara (Equolitiy before the low) dan memulihkan kerugian Negara.

“Kami meminta KPK dan institusi penegak hukum terkait untuk lebih meningkatkan profesionalitas dalam penanganan pemberantasan korupsi, serta meminta Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menerima tuntutan kami sebagai aspirasi dan mengirimkan FAX ke DPR-RI agar tuntutan ini dikabulkan,” harap pengunjukrasa.

Selanjutnya, para pengunjukrasa diterima aspirasinya oleh perwakilan Tim Aspirasi DPRD Prov.Sulsel, diantaranya Marjono, Partai Gerindra, Usman Lonta, Partai PAN.
Usman Lonta saat menerima para pengunjukrasa mengatakan pihaknya akan bersama-sama akan men FAX, serta bersama Ketua DPRD Prov,Sulsel terkait kasus Ketua DPRD-RI, Setya Novanto.

Sementara itu, Marjono mengatakan mewakili rakyat pertama-tama mengapresiasi para pengunjukrasa dan apa yang dipertontonkan di sana adalah dramanya kasar.
“Mari kita lawan kejahatan yang ada di negara ini, serta menolak bersama dan mosi tidak percaya adanya drama yangg dilakukan Setya Novanto,”tandasnya.

Usai bertemu Tim Penerima Aspirasi DPRD Sulsel, para pengunjukrasa bersama Tim Penerima Aspirasi. Agus, Staf Tata Usaha Prov. Sulsel. Bersama perwakilan pengunjurasa di Ruang Kepala. Sub Bagian Tata Usaha dan ketertiban. Drs. Baco Bohari, MM mengefax tuntutan dari perwakilan pengunjukrasa ke Kantor KPK di Jakarta.

Usai mengefax, perwakilan dari pengunjukrasa disambut H. Moh. Roem,SH.,M.Si (Ketua DPRD Prop.Sulsel seraya menuturkan apa yang menjadi tuntutan para pengunjukrasa sudah di Fax kan.

“Kita tinggal tunggu apa hasil dari KPK nantinya. sekian terimahkasih buat adek-adek sekalian,” kandasnya.
Sekedar diketahui, tindakan aparat Kepolisian, Polsek Panakkukang dipimpin Aiptu Abd. Muis mengawal aksi unjukrasa diantaranya tiba di lokasi aksi unjukrasa sebelum aksi unjukrasa dimulai, mengawal jalannya aksi dengan tertib, mengatur lalulintas agar pengguna jalan tidak terjebak macet, melakukan pendekatan persuasif agar tertib dalam berorasi. melarang pengunjukrasa membakar ban bekas. serta menjembatani para pengujukrasa diterima Aspirasinya oleh Tim Aspirasi. (Wisnu)

loading...
loading...