Home / Indotimnews / Unjuk Rasa Mahasiswa Gabungan Jelang Hari Sumpah Pemuda 2018: 73 Tahun Indonesia Merdeka, Rakyat Tak Sejahterah

Unjuk Rasa Mahasiswa Gabungan Jelang Hari Sumpah Pemuda 2018: 73 Tahun Indonesia Merdeka, Rakyat Tak Sejahterah

MAKASSAR– Puluhan mahasiswa memggelar aksi unjuk rasa prakondisi jlang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018.

Aksi BEM,HMJB,HMJE dan GRD dan yg di pimpin oleh Rivand riang mengatakan, 28 oktober 1928 sering disebut sebagai momentum lahirnya bangsa Indonesia dengan diprakarsainya sumpah pemuda dalam sebuah kongres yang di lakukan oleh pemuda indonesia pada masa itu.

“Hak itu sebagai cikal bakal kebangkitan serta komitmen perjuangan rakyat indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaanya pada tanggal 17 agustus 1945.Akan tetapi semenjak kemerdakaan hingga lebih dari 73 tahun,” ucap Rivard dalam orasinya, Jumat (26/10).

Aliansi dari pemuda dan mahasiswa menggangap bahwa pemuda dan mahasiswa itu tidak terlepas dari sejarah yang menjadi pijakan dasar untuk bergerak kemudian adapun beberapa tuntutan yg menjadi tolak ukur dari Aliansi pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan kampus merah bahwasanya mereka anggap sudah 90 kali indonesia memperingati hari sumpah pemuda dan hampir 73 tahun lebih indonesia merdeka akan tetapi masyarakat makin jauh dari yang namanya kesejahtraan baik dalam segi ekonomi maupun infrastruktur.

Adapun yang menajdi tuntutan aksi mereka

1. Pemerintahan dan PT freport harus semaksimal mungkin mengupayakan untuk melestarikan lingkungan dan SDA di papua

2. Intoransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

3. Pencabutan PP 78 tentang upah minimum

4. Stop komersialisasi pendidikan

5. Stop isu sara/kampanye mengataskan agama

6. Penolakan barang hasil produksi dari IMF

Tambah Rivand Riang juga meneriakan bagaimana kejinya pemerintahan indonesia yang berpura pura menutup mata dng berbagai polemik yang terjadi di NKRI termasuk mereka meminta agar pemerintah turun langsung untk mengawasi berbagai proker dari pemda sampai di desa.

“Sungguh sangat disayangkan karna kita melihat bagaimana butahnya mata batin kita melihat saudara saudara kita yang kemudian masih belum bisa mencernai namanya kesejahtraan,” pungkasnya. (*)

loading...