Home / Indotimnews / Unjuk rasa warga Deiyai: Bupati Nabire dituding kerap mainkan uang dukung calon tertentu di setiap Pilkada

Unjuk rasa warga Deiyai: Bupati Nabire dituding kerap mainkan uang dukung calon tertentu di setiap Pilkada

DEIYAI- Puluhan pengunjuk rasa me uding, Isaias Douw, Bupati Kabupaten Nabire, Papua disebut sebagai penghancur pesta demokrasi setiap periode di wilayah Meepago, terutama di Dogiyai, Deiyai dan Paniai.

Unjuk rasa yang digelar kantor KPU Deiyai, Papua, Jumat, (19/01/2018), me eriakkan isu di mana setiap bergulirnya pesta pilkada di Nabire ini akan mengganggu dengan cara mengeluarkan uang Miliaran rupiah demi mendukung kandidat tertentu yang diingini.

“Kami seluruh rakyat Kabupaten Deiyai dengan tegas menolak Isaias Douw membawah datang anak kandungnya Inarius Douw calon Bupati Kabupaten Deiyai. Karena daerah Deiyai bukan kerajaan anak bupati dan bapak bupati,” kata kordinator aksi Solidaritas Peduli Rakyat dan Alam Deiyai (SPRAD), Yull Atoowa Mote dalam orasniya.

Ditegaskan Atoowa, kehadiran Isaias Douw dalam ruang KPU Deiyai dengan mengenakan topi dinas patut dipertanyakan. Sebab, Douw adalah kepala daerah di Nabire.

“Sekali lagi, Isaias tidak boleh datang di Deiyai. Dia itu kepala daerah di daerah lain. Dia harus berwibawa,” bebernya.

Ditambahkan, justru seorang Isaias itulah yang memilah-milah keluarga hingga hampir berujung konflik.

“Seperti Pilkada Dogiyai 2017 lalu itu Isaias datang pakai helipad, seakan itu daerahnya hingga Pilkada berujung di MK. Ini salah satu kasus yang dibuat si Douw dari sekian catatan yang kami miliki,” papar dia.

Selain itu, dalam Pilkada Kabupaten Deiyai tahun 2018 ini, KPUD Deiyai menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan jadwal, serta tahapan yang ditetapkan oleh KPU Pusat.

Lanjut dia, KPUD juga belum perna adakan Sosialisasi tentang Pilkada dan langsung mulai dengan tahapan pendaftaran bakal pasangan calon.

“Saat para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati mendaftarkan diri, saat itu juga berkas dari pada bapaslon tersebut diperiksa, apabila berkasnya kurang menurut KPUD dikembalikan, bukannya memberi waktu untuk melengkapi berkas dan apabila berkasnya lengkap Versi KPUD, diakomodir langsung dan keesokan harinya ditetapkan,” tegasnya.

Penilaian publik, lanjutnya, KPUD Deiyai menjalankan tugas penuh dengan kepentingan karena beberapa tahapan dikerjakan sekaligus bukannya tahapan demi tahapan.

“Kami duga dalam sisi ini Isaias Douw bermain dengan pihak KPU kepentingan anaknya Inarius Douw, ” jelasnya.

Seluruh elemen Deiyai mendesak kepada para Pengurus DPP Partai Politik yang sedang berperan aktif dalam Pilkada ini agar segera bekukan B1.KWK.

“Kami seluruh rakyat kabupaten Deiyai menolak dengan tegas politik adu domba antar masyarakat melalui pemberian rekomendasi ganda oleh DPP Partai Politik Pusat bertujuan untuk menciptakan konflik horizontal,” pungkasnya. (ABY)

loading...