Untad Minta Tidak Bermain Dalam Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa

oleh -218 views

images(6)Indotimnews.com– Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS dengan tegas kepada tim advisor lintas intitusi (Kejaksaan, Tipidkor, BPKP, NGO dan media) untuk tidak main-main dalam mengawasi semua pengadaan barang dan jasa (proyek) yang ada di lingkungan universitas yang dipimpinnya. Penegasan itu disampaikan Rektor kepada tim Advisor maupun kelompok kerja (Pokja) Untad mulai dari ULP, LPSE, konsultan, PPK pada rapat perdana rencana penggunaan anggaran tahun 2015, di ruang kerjanya, kemarin (21/4).

‘’Silakan tim Advisor mengawasi sejak dari awal dimulainya proses lelang hingga pekerjaan di lapangan. Dalam konsideran yang saya tandatangani, tim Advisor dapat menjalankan tugas sesuai fungsinya tanpa bisa diintervensi oleh siapapun,’’ tegas Rektor Untad di hadapan tim Advisor dan juga disaksikan para Wakil Rektor terpilih periode 2015.

Rektor Untad kembali menjelaskan alasan pembentukan tim Advisor lintas intitusi, berawal dari pertemuan majelis Tinggi para pimpinan Universitas di seluruh Indonesia bahwa, dalam pelaksanaan pengadaan barang atau jasa sesuai Pasal 5 Perpres RI Nomor 54 tahun 2010, yang menerapkan prinsip-prinsip efisien, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminasi dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya para pihak harus mematuhi etika sesuai pasal 6 Perpres Nomor 54 tahun 2010, antara lain untuk menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang atau jasa. Juga untuk menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang.

‘’Jadi tim Advisor bisa juga investigasi ke lapangan dan bila ditemukan bisa langsung dilaporkan. Risiko jabatan Rektor selaku Kuasa Pengguna Anggara cukup besar karena semua pertanggungjawaban muaranya rector yang harus tandatangan. Bantu kami untuk mengawasi penggunaan anggaran Negara,’’ pinta Rektor kepada tim Advisor masing-masing, R Esfarin Yuri Haryono SH (Asdatun Kejati Sulteng), AKP Edi Sumarno SH (Tipidkor Polda Sulteng), M Taufiq Tjadi Aman SE Ak (BPKP Sulteng), Erwin Lamporo (LSM) dan Fahri Firdaus SH (Kasi Intel Kejari Palu).

Sedangkan dari Wakil Rektor terpilih yang turut menyaksikan rapat perdana bersama Tim Advisor yakni, Prof Dr Suarman Yodo SH MH, (Warek Bidak), Prof Dr Ir Mahfudz MP ( Warek Biduk), Prof Dr Djayani Nurdin SE MSi (Warek Bima) , Prof Mery Napitupulu MSc Ph.D (Warek Pengembangan dan Kerjasama) dan Prof Andi Lagaligo Amar MSc Ph.D (Warek Perencanaan dan pengawasan).

Menanggapi harapan dan permintaan Rektor Untad, Asisten Perdata dan TUN Kejaksaan Tinggi Sulteng, R Esfarin Yuri Haryono SH menjelaskan, pada prinsipnya apa yang sudah digagas lembaga Perguruan Tinggi Untad sangat positif karena sudah melakukan pencegahan sejak dini. Upaya ini kata Asda TUN Esfarin, sejalan dengan penegasan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, untuk memprioritaskan upaya preemtif. ‘’Yang jelas gagasan Rektor Untad sangat positif dan kami dari tim advisor sangat mendukung,’’ tegasnya,

Hal senada diungkapkan AKP Edi Sumarno SH dari Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulteng, selaku tim independen pihaknya selalu komitmen melakukan pengawasan secara bertahap mulai dari proses lelang hingga penerimaan barang di lapangan. Hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan tegas Edi, dipastikan bakal ditolak oleh tim advisor karena keberadaan kami selaku tim Advisor juga memiliki tugas dan tanggungjawab yang cukup besar. ‘’Tidak sesuai pasti kami rekomendasikan untuk ditolak karena kami selaku tim advisor juga turut bertandatangan menyaksikan,’’ tegasnya.

Sementara Fahri Firdaus SH, yang menjabat Kasi Intel Kejari Palu menambahkan, ke depan untuk memudahkan koordinasi kepada tim advisor dengan tim Pokja Untad, menyarankan untuk ditunjuk salah satu petugas yang selalu standby di tempat. Tujuannya, bila di lapangan tim advisor menemukan hal-hal yang tidak sesuai ketentuan dapat segera diberikan saran untuk selanjutnya dilaporkan kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam system pengadaan barang atau jasa.

Apa yang disarankan Kasi Intel Kejari Palu itu langsung disahuti Rektor Untad, Prof Basir Cyio dan segera menyiapkan ruang tersendiri untuk kepentingan tim advisor. Muhammad Basir yang juga mantan wartawan ini, juga berjanji akan melakukan pemantauan langsung kinerja Pokja maupun tim advisor mengingat selain sebagai Rektor, nalurinya sebagai mantan jurnalis tidak bisa hanya menerima laporan asal bapak senang alias ABS. ‘’Sewaktu-waktu akan saya lakukan sampling secara acak karena naluri sebagai wartawan masih ada,’’ tegas Prof Muhammad Basir yang menjabat rector dua periode tersebut.

(radarsulteng)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.