Waduh, Dana Atlit PERBAKIN Bone Tidak Cair

oleh -499 views

images(59)-1-1Ikut Kejuaraan Atlit Pake Uang Sendiri

Bone– Lantaran dana bantuan oprasional Tim I untuk Tim penembak 12 orang asal PERBAKIN Kabupaten Bone yang telah dijanjikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bone yang jumlahnya Rp 37 juta lebih belum cair

Hal itu membuat Atlit Bone yang ikut Kejuaraan menembak di Balikpapan Kalimantan Timur menggunakan uang pribadinya. Ironisnya Tim Atlit yang berjuang untuk memperebutkan Piala Awang Faruk ke Tiga, terpaksa harus mengunakan biaya sendiri. Lebih parahnya sebab diantara peserta , sudah ada yang menjual harta berharga milik mereka untuk digunakan membayar penginapan dan perlengkapan menembak.

Andi Haedar manager TIM Atlit PERBAKIN Bone yang ikut dalam kegiatan ini mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut. “Saya merasa sangat kecewa dan dibohongi oleh pihak KONI Kabupaten Bone. Karna sebelum berangkat, proposal bantuan sudah di setujui. Dan ada disposisi wakil ketua Koni Andi Gunadil setelah diadakan rapat. Tapi belakangan , kita hanya mau diberikan pembeli tiket. Itupun prosedurnya lebih rumit . Padahal janji dari bendahara Koni, Uang yang telah dijanjikan akan di transfer “ jelas Haedar

Haedar juga menjelaskan bahwa, satu Malam Loker disewa untuk 12 orang sebesar Rp 300 ribu. “Kita di Balikpapan sewa loker 300 ribu permalam untuk 12 orang. Dan kita sudah berada disini sejak tangga 19 . Recananya kita akan tinggal sampai tanggal 28. Karna tidak ada uang, jadi cincin yang saya beli seharga 15 juta saya jual murah hanya lima juta. Apa boleh Buat, bendahara Koni bohongi kami . Terpaksa kita jual harta,“ kesal Haedar.

Lanjut Haedar , terus terang kami cukup bangga sebagai peserta asal Bone . Karna sudah ada empat orang atlit menembak Bone yang lolos sebagai Atlit PON. Tapi jerih payah itu nampaknya tidak dihargai oleh KONI. “Kalau pulang saya akan gelar konfrensi Pers. Biar orang tau bagamana kinerja KONI. Saya akan mengundurkan diri dan kalau pulpulang saya akan gelar konfrensi Pers. Biar orang tau bagamana kinerja KONI,” ancam Haedar lagi via handphone.

Sementara Ketua KONI Kabupaten Bone IR. H Ifrayim Sanusi ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, mengakui jika persoalan tersebut memang diserahkan unsur wakil ketua untuk dibicarakan. Namun dirinya mengaku belum tahu persoalan yang sebenarnya. “Saya tidak tahu masalah itu. Karna yang bicarakan wakil ketua. Nanti saya cari tahu apa masalahnya “ jelas Ifrayim. (Andi Eghy)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.