Wah, Nelayan Tradisional Diberdayakan DKP

oleh -261 views

20141107_17_22_32-1Mamuju– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat menggulirkan program pemberdayaan nelayan dengan memberikan bantuan kelompok usaha bersama (KUBE).

“Nelayan tradisional di pesisir Mamuju menjadi prioritas untuk diberdayakan pemerintah dengan diberikan bantuan KUBE,” kata Kepala Bidang Tangkap dan Pemberdayaann Wilaya Pesisir DKP Kabupaten Fahtiya di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, selain diberikan KUBE kepada sejumlah kelompok nelayan program lainnya yang dilakukan kepada nelayan tradisional adalah diberikan bantuan peralatan tangkap

“Untuk nelayan tradisional jaring rawai dan bantuan alat tangkap yang lebih modern dan lebih besar guna meningkatkan hasil tangkapan diberikan tahun ini,” katanya.

Menurut Fahtiya, saat ini masih ada nelayan tradisional yang tidak mau memanfaatkan alat tangkap bantuan pemerintah, karena lokasi tangkap mereka jauh dari garis pantai dan mereka lebih suka menggunakan jaring rawai biasa.

“DKP juga tiap tahun juga mengalokasikan anggaran untuk bantuan kapal pompong, baik dari kayu hingga kapal fiber kepada nelayan agar tangkapan para nelayan lebih mampu meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.

Ia mengatakan, program lainnya untuk nelayan tradisional yakni diberikan bantuan tambak untuk budidaya udang windu dengan teknologi yang kebih modern serta menjamin ketersediaan pasar hasil budidaya udang windu.

“Nelayan tradisional di Mamuju sangat kekurangan baik dari peralatan tangkap Maupun SDM mereka makanya pemerintah terus memberikan bantuan pemberdayaan kepada mereka,” katanya.

Ia mengatakan,produksi perikanan laut di Kabupaten Mamuju, meningkat 18 ribu ton selama lima tahun terakhir sehingga hasil perikanan laut Sulbar juga sangat menjanjikan dikelola investor.

“Pada 2009 produksi perikanan laut Kabupaten Mamuju mencapai 10.880 ton kemudian meningkat menjadi 28.019 ton pada tahun 2014 sebuah peningkatan signifikan, ini sangat menarik dikelola investor sehingga pemerintah juga berharap ada investor yang mengelolanya,” katanya.

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.