Home / EKOBIS / WALHI: Dari kacamata HAM, Proyek CPI menuai pelanggaran

WALHI: Dari kacamata HAM, Proyek CPI menuai pelanggaran

Indotimnews– Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menggelar dialog publik di Mr.Cafe dijalan topaz raya, rabu, 18 oktober 2017, yang bertajuk WALHI memanggil berbuat untuk bumi yang dirangkaikan dengan Milad Walhi yang ke-37 Tahun.

Dalam kegiatan ini dihadiri, Asmar Exwar (Dir. Eksekutif Walhi sulsel), Alwi Rahman (Aktifis, penulis, budayawan dan senior Walhi), Taufik Kasaming (Moderator), Zulkifli Hasanuddin (lawyer Lingkungan), Musmahendra (Praktisi Lingkungan) dan Rizky anggriana arimbi (Kepala departemen POR & PSD Walhi Sulsel)
Alwi Rahman, Aktifis, penulis, budayawan sekaligus senior Walhi sulsel, mengatakan bahwa, sulawesi daerah emergency

“Sulawesi itu adalah daerah emergency dan Indonesia timur mengalami kerusakan berat, contohnya Banyaknya pengungsi karena perebutan lahan,”ujarnya
Mantan Direktur Walhi Taufik kasaming, SH.

Ia mengatakan, bahwa dari kacamata Hak Asasi Manusia (HAM) melihat pembangunan CPI di Makassar sangat berantakan menuai pelanggaran.

“Salah satu dampaknya bagi kalangan nelayan yang kehilangan mata pencahariannya oleh karena itu pada milad walhi kali ini saya berharap agar menjadi sebuah lembaga yang menangani masalah yang seperti ini,”pungkasnya dalam materi.

Sementara, Zulkifli hasanuddin SH, Lawyer Lingkungan, sebagai salah satu dari tim kuasa hukum, menuturkan permasalahan lingkungan dari penegak hukum sekarang ini tidak maksimal, seperti contoh pada pembakaran lahan di Sumatera.

Rizky Andriana Arimbi, Kepala Departemen POR & PSD Walhi Sulsel menjelaskan dalam materinya berdasarkan data BPS pada tahun 2016, jumlah masyarakat miskin di Sulsel naik dan itu menjadikan Propinsi Sulsel menjadi urutan ke 18 dari 34 Propinsi termiskin di Indonesia.

Dalam pertemuan ini juga dirangkaikan dengan peniupan lilin sebagai simbol perayaan Milad Walhi yang ke-37 tahun. (Zakiyah)

loading...