Walikota Damaikan Bentrok Warga Balla’Parang Dan Bara-Baraya

oleh -205 views

images(283)-1-1-1Makassar– Aksi perang kelompok yang terjadi di Kelurahan Balla’Parang yang terjadi selama beberapa hari terakhir yang menelan dua korban jiwa , pemerintah Kota Makassar mempertemukan tokoh-tokoh masyarakat di Kelurahan Balla’Parang dan Kelurahan Bara-baraya.

Kegiatan ini guna mendamaikan kedua kelompok warga yang saling bertikai.
Dalam pertemuan kepada tokoh-tokoh masyarakat pada wilayah Kelurahan Balla Parang dan Bara-baraya dihadiri Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Rahman Pina,Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Feri Abraham, Dandim Kolonel Deny.
Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menuturkan persoalan ini harus selesaikan secara damai agar tidak menambah korban berikutnya.

Menurut Danny adanya konflik berkepanjangang ini bisa saja ada sejumlah dugaan yang dapat mengakibatkan kedua kelompok ini saling bertikai.

“Kemungkinan konflik berkepanjangan karena warga habis meminum, minuman keras,dan sejenisnya yang memabukkan. ,Selain itu juga ada dugaan kelompok warga kepada oknum kepolisian didua sektor Yakni Polsek Rappocini dan Polsek Makassar yang sama-sama memihak kepada kelompok warga sehingga komplik kian berkepanjangan,”papar Danny Minggu, (9/11/2014).

Ketua DPRD Kota Makassar Rahman Pina menyampaikan dengan adanya konflik warga di Bara-baraya dan warga Balla Parang maka pihak DPRD meminta agar pihak pengamanan tentunya turun kelokasi untuk melakukan berbagai cara secara persuasif.

“Saya rasa kalau kedua aparatur hukum khamtibmas Kapolrestabes Makassar dan Dandim Kota Makassar yang turun kelokasi tentunya daerah itu sudah aman,”ungkap Rahman Pina

Sementara Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Fery Abraham dihadapan tokoh masyarakat kedua kelompok yang saling konflik mengatakan, masyarakat tentunya harus memiliki karakter semboyang orang bugis makassar yakni,Sipakatau, Sipakalebbi,Sipaka inga’.

“Kalau semboyang kultur budaya seperti itu kerap dilakukan maka tidak ada komplik di Makassar,”katanya

Hal tersebut kata Fery kurang di Iplementasikan kepada orang tua kepada anaknya sehingga budaya orang bugis makassar makin terkikis.

Di tempat yang sama, Dandim Kota Makassar Kolonel Deny kepada warga menuturkan pihaknya akan membangun 3 titik pos pengamanan diwilayah itu.

“Kami berharap agar terbentuknya pos-pos yang berada diwilayah kedua kelompok maka kami dipihak Dandim akan menurunkan porsonil untuk membatu pihak Polrestabes melakukan pengamanan,”tuturnya (sak)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.